Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

DPPKB Kutim Waspadai Kaitan HIV dan Stunting, Intensifkan Edukasi Pada Masyarakat

37
×

DPPKB Kutim Waspadai Kaitan HIV dan Stunting, Intensifkan Edukasi Pada Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Kasus HIV yang terus muncul di Kabupaten Kutai Timur kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama karena dampaknya tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada tumbuh kembang anak.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa isu ini harus ditangani melalui pendekatan edukasi yang komprehensif agar tidak ikut memicu risiko stunting di Kutim.

Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi menekankan bahwa kondisi kesehatan ibu sangat mempengaruhi status gizi anak, termasuk pada kasus HIV.

“Kasus HIV juga berkaitan erat dengan stunting orang dengan HIV ODHA yang tidak terkontrol berisiko menurunkan daya tahan tubuh anak jika hamil atau melahirkan,” ujar Achmad Junaidi.

Ia menjelaskan bahwa pendampingan bagi pasien HIV tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.

“Edukasi dilakukan melalui konselor dan tenaga kesehatan dengan melihat nilai CD4 dan viral load pasien,” jelasnya.

Penilaian ini bertujuan memastikan pasien tetap berada dalam kondisi stabil sehingga risiko penularan dan dampaknya terhadap kesehatan anak dapat ditekan.

Untuk memperluas jangkauan informasi, DPPKB Kutim memanfaatkan berbagai media yang mudah dijangkau masyarakat.

“Sosialisasi ini dilakukan melalui podcast Bangga Kencana dan media sosial agar mudah diakses masyarakat,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah menghadirkan edukasi yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh warga di seluruh kecamatan.

Dengan strategi edukasi yang lebih intensif dan terarah, DPPKB berharap masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini, pengobatan teratur, serta peran kesehatan reproduksi dalam mencegah stunting.

Pemerintah Kutai Timur menilai bahwa memutus rantai risiko harus dilakukan dari hulu, termasuk dengan memastikan orang tua berada dalam kondisi sehat sebelum dan selama kehamilan.(SH/ADV)