Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DKP3A Kaltim, Syahrul Umar.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Beberapa waktu belakangan ini, Indonesia digegerkan dengan banyaknya temuan kasus gagal ginjal akut yang dialami oleh anak-anak hingga menyebabkan meninggal dunia. Penyebab terbesar anak tersebut mengalami gagal ginjal akut ialah konsumsi obat batuk jenis sirup.
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Syahrul Umar menghimbau masyarakat menjaga kesehatannya.
“Kebanyakan lima tahun ke bawah, dilihat dulu kalau ada gejala tetap hubungi tim kesehatan, tapi sudah diperintahkan dari Pemprov tidak lagi diberikan sirup sesuai arahan Kemenkes,” ungkap Syahrul, pada Senin (31/10/2022).
Sebagai instansi yang berperan dalam sektor ketahanan keluarga dan perlindungan anak, Syahrul mengajak masyarakat untuk bisa selalu menjaga kesehatan dengan cara pola makan yang baik. Hal ini demi terhindar dari segala penyakit. Khususnya di cuaca yang ekstrem beberapa waktu ini.
“Pola makan karena ini dari kami pribadi, kami tetap mengacu edaran Kemenkes, Pemprov juga sudah turun,”katanya
Khusus mengenai kasus gagal ginjal akut, seluruh OPD di wilayah Pemprov Kaltim berperan dalam mengajak masyarakat untuk memperhatikan anak-anak mereka yang memiliki gejala gagal ginjal akut tersebut. Jika mengalami gejala tersebut, Syahrul meminta para orangtua secepat mungkin untuk melapor ke faskes terdekat. (Adv/FD/DKP3A Kaltim)












