Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, membenarkan bahwa kesenjangan gender masih terjadi di Benua Etam. Khususnya, di bidang politik.
Menurut data yang dihimpun, partisipasi wanita di parlemen di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) masih dibilang sedikit. Khususnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang berjumlah empat orang atau 12,50 persen atau berada pada urutan ke-8 dari ke-10 kabupaten/kota se-Kaltim.
Menurut Noryani, adanya keterwakilan perempuan di legislatif bisa memberikan partisipasi dalam mengambil keputusan politik yang lebih akomodatif dan substansial. Khususnya, kebijakan yang ramah perempuan dan anak.
“Kami berharap keterwakilan di parlemen meningkat,” katanya, Selasa (25/10/2022).
Noryani pun berharap agar upaya advokasi yang telah dilakukan pihaknya mampu memunculkan perubahan kualitas keputusan yang diambil dalam parlemen dan bekal pengetahuan. terutama tentang kesetaraan gender, penajaman sensitivitas isu-isu politik dan isu-isu perempuan.
“Sehingga bisa bersaing dengan calon legislatif laki-laki dan dapat meningkatkan partisipasi perempuan pada Pemilihan Umum tahun 2024 yang akan datang,”pungkasnya.(Adv/FD/DKP3A Kaltim)












