Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Dispora Provinsi Kaltim

Dispora Kaltim Upayakan Pemberian Layanan Bagi Atlet Difabel

232
×

Dispora Kaltim Upayakan Pemberian Layanan Bagi Atlet Difabel

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison. (Muhammad Hasbi / Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkatkan perhatian dan memberikan dukungan, terhadap atlet difabel serta memastikan para atlet dapat menjalani pelatihan dan kompetisi dengan maksimal.

Menurut Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, fokus utama mereka saat ini adalah memberikan dukungan yang memadai karena olahraga difabel memiliki keunikan tersendiri.

“Setiap atlet difabel setidaknya memerlukan satu pendamping. Jadi jika ada sepuluh atlet, total yang terlibat bisa mencapai dua puluh orang,” ungkap Thomas pada wartawan Timeskaltim.

Hal demikian menurutnya, karena pendampingan sangat penting dalam proses latihan maupun pada saat pertandingan.

Selain itu untuk biaya operasional dalam mendukung keikutsertaan atlet difabel dalam sebuah kompetisi, cenderung lebih besar dibandingkan dengan atlet non-difabel.

“Misalnya atlet tunanetra, mereka membutuhkan pendamping khusus dalam berbagai aktivitas, mulai dari latihan hingga keperluan sehari-hari di hotel,” sebutnya.

Ia menambahkan, ada dua hal penging yang perlu diperhatikan dalam layanan bagi atlet difabel, pertama ialah pendamping dan kedua soal fasilitas. Fasilitas yang disediakan harus ramah difabel, seperti akses untuk kursi roda dan alat bantu lainnya.

“Tidak mungkin kita mengadakan acara tanpa memperhitungkan aksesibilitas. Pendamping sangat diperlukan untuk memastikan atlet bisa mengikuti semua kegiatan dengan lancar,” timpalnya.

Thomas juga berharap ke depan, pemerintah dan masyarakat semakin memahami kebutuhan unik para atlet difabel, sehingga mereka bisa terus berkembang dan berprestasi di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Difabel butuh perhatian lebih, tidak hanya dari segi fasilitas, tetapi juga dari pelatihan, pendampingan, dan persiapan kejuaraan” pungkasnya. (ADV/Has/Wan)