Timeskaltim.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil membangun 21 unit pintu air di wilayah pesisir Muara Jawa dan Samboja sepanjang tahun 2024.
Pembangunan infrastruktur ini bertujuan untuk mengatasi tantangan pengelolaan kebun kelapa yang terpengaruh oleh pasang surut air laut, masalah yang selama ini menjadi kendala utama bagi petani kelapa di kawasan Muara Jawa dan Samboja.
Melalui, Sekretaris Disbun Kukar, Muhammad Taufik Rahman, menjelaskan bahwa pintu air ini dirancang untuk menjaga kualitas tanah agar tetap optimal bagi pertumbuhan kelapa.
Menurutnya, sistem pengelolaan air yang efisien merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa.
“Penting untuk memiliki sistem pengelolaan air yang efisien, seperti pintu air dan parit, agar kebun tidak terendam dan kualitas tanah tetap optimal untuk pertumbuhan kelapa,” ungkap Taufik, pada Kamis (19/12/2024).
Pintu air yang dibangun dilengkapi mekanisme otomatis yang dapat mengatur aliran air berdasarkan kondisi pasang surut.
Saat air laut surut, pintu akan terbuka untuk mengalirkan air keluar, sementara saat pasang, pintu menutup guna mencegah air laut masuk ke kebun. Dengan sistem ini, lahan perkebunan kelapa diharapkan tetap dalam kondisi ideal.
“Dengan sistem ini, tentunya kita harapkan tanah tetap dalam kondisi terbaik untuk mendukung pertumbuhan kelapa di daerah Muara Jawa dan Samboja karena memang wilayah ini secara geografis lebih dominan area pesisirnya,” jelasnya.
Selain menjaga kualitas tanah, infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan mempermudah aktivitas petani.
Taufik juga menambahkan, normalisasi parit secara rutin akan terus dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar, sehingga pintu air dapat berfungsi maksimal.
Ke depannya, Disbun Kukar berencana membangun pintu air tambahan di tahun 2025 untuk memperluas manfaat infrastruktur ini ke wilayah pesisir lainnya.
“Harapan kami, infrastruktur ini dapat mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa di Kukar, meningkatkan pendapatan petani, dan menjadikan sektor perkebunan lebih tangguh terhadap tantangan lingkungan,” tandasnya. (Rob/Bey)










