Asap kebakaran TPA menyebar di wilayah Samarinda. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Kebakaran besar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang beberapa hari lalu. Membuat udara di Kota Samarinda di kelilingi asap tipis. Hal ini ditakutkan dapat berdampak buruk bagi masyarakat.
Kondisi udara tersebut dapat dikhawatirkan mendatangkan penyakit, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Sub Koordinator Seksi Bidang P2P Dinkes Samarinda Dian Margi Utami membenarkan jika dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran TPA memicu adanya penyakit ISPA bagi masyarakat.
“Benar jelas berdampak, namanya asap bikin oksigenasi jadi terganggu,” tuturnya pada Selasa (26/09/2023).
Pihak Dinkes Kota Samarinda saat ini berusaha selalu berkoordinasi dengan puskesmas untuk mengetahui korban akibat peristiwa ini.
Beberapa puskesmas yang berada didaerah yang sangat terdampak asap tersebut. Belum menemukan kasus ISPA.
“Belum ada kasus. Tadi saya cek ke Puskesmas Air Putih, yang daerahnya dekat dengan TPA Bukit Pinang,” ungkapnya.
Bukan hanya berkoordinasi dengan pihak puskesmas, Dinkes Kota Samarinda juga telah berkoordinasi dengan layanan kesehatan seperti Klinik dan Rumah Sakit. Agar tetap siaga dalam kasus kebakaran TPA Bukit Pinang.
Kewaspadaan ditingkatkan pihak Dinkes Samarinda pada wilayah-wilayah yang dekat dengan TPA Bukit Pinang. Jadi jika ada masyarakat yang merasakan ciri-ciri ISPA diharapkan melaporkan kepada layanan kesehatan terdekat.
“Himbauan juga untuk masyarakat, jika terindikasi ciri-ciri ISPA, seperti batuk, pilek, sesak nafas, segera untuk ke Puskesmas atau layanan kesehatan terdekat,” imbau Dian. (Nik/Wan)












