Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Dinkes Samarinda Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tekan Stunting

192
×

Dinkes Samarinda Fokus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar dan menekan angka stunting dalam kegiatan edukasi dan penyuluhan kesehatan di Puskesmas Baqa.

Ismed mengungkapkan, tindakan kolaboratif bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) telah menunjukkan hasil positif. Dalam satu tahun terakhir, angka stunting di Samarinda turun signifikan.

“Pada 2023, prevalensi stunting kita 23,4 persen. Tahun 2024 berhasil ditekan menjadi 20,4 persen, turun hampir 3 persen. Capaian ini bahkan diapresiasi Pemerintah Provinsi Kaltim,” ujar Ismed Kusasih, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, target tahun 2025 adalah menurunkan angka stunting di bawah 20,4 persen agar mendekati standar nasional yang maksimal 20,3 persen.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui intervensi spesifik, termasuk menghadirkan dokter spesialis kandungan dan anak untuk memberikan penyuluhan langsung kepada ibu hamil serta orang tua balita.

Selain stunting, Ismed juga menyoroti kualitas layanan kesehatan di Puskesmas Baqa. Ia menilai fasilitas tersebut sudah sangat baik.

“Puskesmas Baqa ini akreditasinya paripurna, pelayanannya tergolong baik, dan bahkan sering dijadikan lokus contoh oleh Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

Terkait pengawasan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah, Dinkes Samarinda turut dilibatkan sebagai bagian dari Satgas MBG.

Ismed menegaskan pihaknya tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga pembinaan terhadap Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang memasak dan mendistribusikan makanan.

“Sekarang dari 13 SPPG di Samarinda, beberapa sudah kita latih. Semua penjamah makanan wajib mendapat pelatihan sesuai standar Kementerian Kesehatan. Ini upaya mencegah kasus seperti makanan basi yang sempat terjadi, meski bukan keracunan,” terangnya.

Ia menambahkan, setiap puskesmas bertanggung jawab memantau SPPG yang berada di wilayah kerjanya. Di Samarinda sendiri, terdapat sekitar 73 SPPG yang melayani masyarakat.

Ismed juga menyampaikan apresiasinya atas perhatian Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang menurutnya sangat konsen dalam memastikan keberlangsungan program MBG.

“Pak Wali sangat serius dengan MBG ini. Makanya satgas dibentuk cepat dan koordinasi berjalan intensif,” tutupnya. (Bey)