Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Dewan Imbau Ambil Langkah Antisipatif Hindari Kemacetan Akibat Perbaikan Drainase

205
×

Dewan Imbau Ambil Langkah Antisipatif Hindari Kemacetan Akibat Perbaikan Drainase

Sebarkan artikel ini
Pembersihan drainase di Samarinda. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda — Pengerjaan proyek drainase di kawasan Jalan Padat Karya, Kelurahan Sempaja Utara, saat ini memicu kemacetan yang cukup parah, terutama pada jam-jam sibuk.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi, yang meminta masyarakat untuk memahami situasi sekaligus mengambil langkah antisipatif.

Menurut Maswedi, proyek perbaikan saluran air tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah kota dalam mengatasi persoalan banjir, khususnya di wilayah padat penduduk. Meski berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas, ia menilai proses ini sebagai bentuk perbaikan yang memang tak bisa dihindari.

“Pembangunan drainase ini tujuannya jelas, untuk mengatasi banjir yang selama ini jadi masalah di musim hujan. Tapi memang dampaknya ke lalu lintas cukup terasa, jadi kami imbau warga untuk menghindari titik-titik proyek, supaya tidak memperparah kemacetan,” kata Maswedi.

Jalan Padat Karya merupakan akses penting yang menghubungkan permukiman warga ke pusat kota. Dengan adanya penyempitan jalur akibat pengerjaan saluran, arus kendaraan otomatis terhambat dan berpotensi menimbulkan antrean panjang, khususnya di pagi dan sore hari.

Maswedi mengungkapkan bahwa proyek ini diperkirakan memakan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan. Lamanya pengerjaan bukan tanpa alasan selain karena volume pekerjaan yang cukup besar, kekuatan struktur drainase juga harus benar-benar diperhitungkan agar tidak mudah rusak saat kembali dilintasi kendaraan berat.

“Kalau konstruksi belum cukup kuat, tentu belum boleh dilewati. Harus benar-benar matang agar hasilnya bisa tahan lama dan tidak perlu bongkar pasang lagi ke depannya,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan tidak menambah kepadatan dengan tetap memaksakan melewati jalur yang sedang dalam pengerjaan. Langkah alternatif seperti menggunakan rute lain atau mengatur waktu perjalanan dinilai akan sangat membantu mengurangi beban jalan.

“Selama pengerjaan, ya kita harus maklum. Dua jalur yang biasanya lancar sekarang jadi satu. Jadi wajar kalau terjadi kemacetan,” tambahnya.

DPRD Samarinda, lanjut Maswedi, akan terus mengawal proyek ini agar pelaksanaannya tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.

Ia menegaskan bahwa hasil dari pembangunan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap banjir serta memperbaiki kualitas lingkungan di kawasan Sempaja dan sekitarnya. (Adv/Bey)