Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Dekatkan Akses Belajar dengan Siswa, Sekolah Filial di Kutai Timur Jadi Andalan

45
×

Dekatkan Akses Belajar dengan Siswa, Sekolah Filial di Kutai Timur Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Pemerataan layanan pendidikan di Kutai Timur menghadapi tantangan besar, terutama di wilayah dengan permukiman yang tersebar dan akses jalan yang belum memadai. Meski demikian, kebutuhan belajar anak-anak tetap berjalan setiap hari, menuntut solusi kreatif dari pemerintah dan tenaga pendidik. Untuk mengatasi kesenjangan ini, pola penyelenggaraan pendidikan disesuaikan dengan kondisi lapangan, tetap mengacu pada standar proses belajar yang berlaku.

Upaya ini menjadi langkah strategis agar setiap anak, meski berada di daerah terpencil, memperoleh kesempatan belajar yang layak, merata, dan berkualitas, sekaligus mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.

“Soal jarak rumah ke sekolah dan kondisi jalan, itu di luar ranah kami. Solusi yang bisa kami lakukan adalah membentuk sekolah filial,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur Mulyono.

“Ini bisa untuk SD maupun SMP (SMA/SMK ranah provinsi),” sambungnya.

Sistem sekolah filial pada dasarnya memberikan kemudahan bagi siswa agar tidak perlu menempuh perjalanan jauh setiap hari.

Dengan demikian, kegiatan belajar dapat berlangsung lebih nyaman dan aman, terutama bagi wilayah yang kondisi jalannya masih berkembang.

“Contoh: di Pelombiang, fasilitas filial malah sudah lebih bagus dari sekolah induknya. Kalau syaratnya komplet, ya jadikan sekolah sendiri, tidak perlu filial lagi,” lanjut Mulyono.

Kebijakan ini sekaligus membuka ruang tumbuh bagi satuan pendidikan baru yang lahir dari kebutuhan nyata di tengah masyarakat.

Ketika jumlah siswa mencukupi dan kesiapan lahan terpenuhi, proses peningkatan status sekolah dapat berlangsung tanpa menghambat keterjangkauan layanan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan bukan hanya soal menambah bangunan, tetapi memastikan seluruh anak memiliki akses yang masuk akal untuk belajar. (SH/ADV)