Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Damayanti Tanggapi Penggunaan Busana Adat Daerah, Sebut Itu Hal Positif

465
×

Damayanti Tanggapi Penggunaan Busana Adat Daerah, Sebut Itu Hal Positif

Sebarkan artikel ini

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Beberapa belakang ini, nampak ciamik busana yang dikenakan para instansi di pemerintahan kota Samarinda hingga ke tingkat pendidikan, baik sekolah dasar maupun perguruan tinggi. Hal itu dikarenakan karena, masih tingginya kepedulian akan berbusana khas daerah atau baju adat.

Melihat hal itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Damayanti menyambut positif penerapan penggunaan pakaian atau baju adat di beberapa instansi maupun sekolah. Menurutnya hal itu dapat menjaga identitas bangsa.

“Penggunaan baju adat agar menjaga identitas kebangsaan, jadi seluruh sekolah untuk galakan gunakan pakaian adat,” ujarnya, Junat (7/6/2024).

Penggunaan baju adat di sekolah juga dinilai dapat menjadi salah satu upaya melestarikan kebudayaan di Indonesia.

Apalagi pada masa modernisasi saat ini, kebudayaan rentan terkikis. Jika tidak dilestarikan dengan berbagai program penguatan budaya yang dilakukan pemerintah.

Kendati demikian, legislator perempuan asal PKB itu menyebut jika penerapan penggunaan pakaian adat di sekolah jangan sampai membebani para orang tua peserta didik.

Penggunaan baju adat diterapkan di setiap sekolah bisa untuk penguatan kebudayaan lanjut dia, yang pembekalannya dilakukan dari tingkat dasar sampai jenjang yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah pusat mengatur penggunaan baju adat mulai dari sekolah tingkat dasar hingga menengah, melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) nomor 50 tahun 2022 Tentang Pakaian Seragam Sekolah.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik dan mendukung aturan mengenai penggunaan baju adat di sekolah tersebut.

Aturan penggunaan pakaian adat cukup positif kata Damayanti, apabila diterapkan di sekolah-sekolah karena dapat mengenalkan budaya secara dini.

“Budaya harus dikenalkan secara dini, walau baju adat yang digunakan berbeda suku tapi semuanya tetap satu Indonesia,” tandasnya.

Terakhir, pakaian adat bukan hanya sekedar busana resmi suatu daerah, tetapi merupakan identitas bangsa dan bentuk penghargaan terhadap aneka ragam budaya rakyat Indonesia. (Bey)