Timeskaltim.com, Kukar – Dusun 2 Sungai Tempurung, sebuah wilayah yang dikelilingi oleh industri perusahaan Batu Bara dan Kelapa Sawit di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menarik perhatian dengan inisiatif edukatif yang menginspirasi. Taman Baca Sungai Tempurung (TBST) kini hadir dengan semangat baru dan struktur kepengurusan yang diperbarui, membawa harapan segar bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan akses terhadap pengetahuan dan pendidikan.
Diketahui, TBST merupakan naungan dari Gerakan Literasi Kukar (GLK) yang berdiri sejak tanun 2019 dan sempat vakum selama beberapa tahun. Namun, para mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul) yang berupaya menghidupkan kembali semangat literasi didaerah tersebut.
Pada 12 Juli 2024 lalu, TBST kembali dihidupkan dan becahaya dengan menghadirkan kepengurusan baru sebanyak 5 orang, yang akan dilantik serta menjadi pilar bagi pengembangan pengetahuan di Dusun 2 Sungai Tempurung.
Pelantikan tersebut juga menjadirkan Kepala Desa (Kades) Kutai Lama, Maulidin memberikan apresiasi dengan mengatakan, kini dengan struktur kepengurusan baru, taman baca ini diharapkan dapat menjadi tempat yang lebih hidup dan berwarna.
“Taman baca ini merupakan wadah bagi generasi muda di Dusun 2 Sungai Tempurung untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan menjadi sarana perlindungan dari pengaruh negatif luar,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia juga menyampaikan, harapannya agar TBST mampu menciptakan generasi muda yang cerdas dan berkarakter kuat, sehingga dapat berpotensi bagi pengembangan karakteristik anak.
“TBST ini juga merupakan taman baca yang paling eksos di Kecamatan Anggana,” ucapnya
Maulidin berharap, dengan adanya taman baca seperti ini Pemerintahan Desa (Pemdes) Kutai Lama, akan memprioritaskan lokasi ini agar dapat menjadi lebih hidup.
“Nantinya anggaran akan kami alokasikan khusus untuk taman baca di musrembang kedepannya sebagai program prioritas,” harapnya.
Sementara itu, pengelola TBST, Agus Supriyanti mengungkapkan, keyakinannya bahwa taman baca ini akan menjadi faktor penting dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Dusun 2 Sungai Tempurung, terutama bagi anak-anak.
“Saya melihat potensi anak-anak di dusun ini sangat luar biasa dan bisa diasah dengan baik melalui TBST. Taman baca ini menjadi pilihan utama mereka karena minimnya hiburan lain,” kata perempuan dengan sapaan Agus
Agus juga menyoroti, kendala jaringan di daerah tersebut yang membatasi akses informasi anak-anak terhadap dunia luar. Akan tetapi, dia menilai hal ini sebagai peluang untuk lebih fokus pada pengembangan karakter dan pendalaman ilmu pengetahuan.
“Kami berharap pemerintah bisa memanggil narasumber untuk memberikan pemahaman dan pelatihan ilmu pengetahuan. TBST juga diharapkan menjadi wadah pengembangan keterampilan, seperti pelatihan tari atau bela diri seperti silat,” harapnya.
Terakhir, Agus mengatakan, dengan semangat baru dan dukungan dari berbagai pihak, TBST dapat terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan serta pengembangan karakter bagi anak-anak di Dusun 2 Sungai Tempurung. (Rob/Wan)










