Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Bupati Kutim Siapkan Strategi Pascatambang di Tengah Penurunan APBD

35
×

Bupati Kutim Siapkan Strategi Pascatambang di Tengah Penurunan APBD

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur –Kemeriahan aktivitas tambang di Kutai Timur menciptakan geliat ekonomi yang masif, namun paradoksnya, manfaat tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di akar rumput. Di balik mesin-mesin berat dan pipa-pipa raksasa, masih tersimpan tantangan besar dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warga daerah.

Di tengah gemuruh alat berat dan pancaran api pembakaran batu bara, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyerukan langkah nyata menuju keberlanjutan pascatambang.

Dalam Seminar Nasional Optimalisasi Keberlanjutan Tambang Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Era Pascatambang di Ruang Meranti, Ardiansyah menegaskan perlunya perubahan arah kebijakan daerah agar manfaat sektor tambang dapat dirasakan secara langsung oleh warga Kutai Timur.

“Kontribusi ekonomi tambang belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, Pemkab Kutai Timur telah menyiapkan 50 program unggulan, yang salah satunya difokuskan pada keberlanjutan pascatambang.

Program tersebut dirancang untuk memastikan transisi ekonomi tidak berhenti pada sektor tambang semata, melainkan mendorong tumbuhnya sektor pertanian, pariwisata, dan industri kreatif.

Namun, Ardiansyah tak menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadapi daerahnya. Ia mengungkapkan bahwa APBD Kutai Timur tahun 2026 turun drastis menjadi hanya Rp4,8 triliun dari Rp11 triliun pada 2024.

Kondisi ini, menurutnya, menuntut kebijakan pembangunan yang lebih efisien, terarah, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.

“Kita harus berpikir kreatif dalam menghadapi keterbatasan anggaran. Sinergi antar-OPD, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting agar Kutai Timur tetap tumbuh di tengah penurunan fiskal,” tegas Ardiansyah.

Ia menutup sambutannya dengan pesan reflektif: bahwa tambang mungkin akan habis, tetapi semangat membangun Kutai Timur yang mandiri dan berkelanjutan tidak boleh padam. (SH/ADV)