Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Bukan Pembunuh Bayaran, Polisi Ungkap Dendam Lama di Balik Aksi Brutal THM Crown 42 Adegan di Peragakan

605
×

Bukan Pembunuh Bayaran, Polisi Ungkap Dendam Lama di Balik Aksi Brutal THM Crown 42 Adegan di Peragakan

Sebarkan artikel ini
Situasi saat pra rekonstruksi kasus penembakan di THM Crown, 42 adegan dipergakan. (Muhammad Hasbi/ Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda menggelar pra rekonstruksi kasus penembakan yang terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Crown pada Rabu (7/5/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, dan diikuti oleh para tersangka serta penyidik kepolisian.

Kepada awak media, Kombes Pol Hendri Umar menjelaskan bahwa pra rekonstruksi ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memperjelas peran masing-masing tersangka dalam rangkaian peristiwa pembunuhan bersenjata tersebut.

“Karena perkara ini cukup menonjol dan menjadi perhatian publik, serta jumlah tersangka yang kami amankan cukup banyak, yakni sebanyak sembilan orang maka kami laksanakan pra rekonstruksi agar tergambar secara jelas siapa berperan apa dalam tindak pidana ini,” ujarnya.

Dari hasil rekonstruksi, sebanyak empat puluh dua adegan diperagakan oleh para tersangka, berdasarkan pengakuan mereka dan para saksi.

Rekonstruksi dimulai dari THM MUSE, yang disebut sebagai lokasi awal perencanaan aksi, sebelum para tersangka bergeser ke THM Crown, lokasi terjadinya penembakan.

“Kita bisa lihat ada peran-peran berbeda. Ada yang bertugas sebagai eksekutor, ada yang standby di mobil, ada juga yang bertugas sebagai pengawas di depan lokasi. Semua itu diperankan dalam rekonstruksi untuk memperjelas kronologi,” terang Hendri.

Selain sembilan tersangka awal, polisi juga mengamankan satu tersangka tambahan, yang diduga sebagai aktor intelektual atau otak perencanaan dari aksi penembakan ini.

Yang mana, tersangka tersebut diketahui berperan dalam mengumpulkan para pelaku di THM MUSE, mengkoordinasikan pergerakan mereka, serta memberi instruksi kepada eksekutor.

“Dia yang memberitahukan kapan eksekutor kapan mulai bergerak, serta mengarahkan para pelaku lainnya. Tersangka ini sudah kita amankan, dan akan segera dirilis ke publik,” tambahnya.

Terkait dengan, adanya dugaan motif bayaran dalam aksi pembunuhan tersebut, Polisi belum menemukan indikasi keterlibatan pihak ketiga yang membayar para pelaku.

“Sejauh ini, motif mereka lebih kepada solidaritas antar kelompok, walaupun ini jelas salah arah. Tapi karena sudah terjadi, tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dari pengakuan para tersangka, penembakan pertama dilakukan oleh eksekutor dari atas sepeda motor.

Setelah melepaskan satu tembakan, eksekutor kemudian memutar roda dua yang ia kendarai, agar lebih dekat dengan lalu melepaskan empat tembakan ke arah korban.

Usai mengeksekusi, pelaku melepaskan satu tembakan ke udara, sebagai sinyal kepada pelaku lain untuk segera meninggalkan lokasi kejadian.

Motif utama dari penembakan ini diyakini sebagai aksi balas dendam. Kejadian ini berkaitan dengan insiden penembakan pada Juni 2021 lalu, yang menewaskan salah satu anggota kelompok pelaku saat ini.

“Bahkan beberapa pelaku yang kami tangkap memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban penembakan tahun 2021 lalu,” timpalnya.

Diakhir ia menyatakan bahwa Polisi kini tengah menyusun berkas perkara dan akan segera melimpahkannya ke kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami berjanji akan terus memperbarui informasi kepada publik dan media, terkait perkembangan kasus ini,” pungkasnya. (Has/Bey)