Timeskaltim.com, Samarinda – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk terus meningkatkan hasil-hasil riset.
Salah satu komitmennya yakni dengan membangun kolaborasi bersama perguruan tinggi yang ada di dalam ataupun di luar Kaltim, serta perguruan tinggi yang ada di luar negeri.
Kepada awak media, Kepala BRIDA Provinsi Kaltim, Fitriansyah, mengungkapkan upaya itu terus didorong lantaran jumlah riset sejak tahun 2022 hanya mencapai belasan. Meski pada dua tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang signifikan.
“Alhamdulillah memang naik drastis, dari tahun 2023 hingga 2024 akhir ini sudah ada tiga puluh sampai empat puluh hasil riset,” ungkap Fitriansyah, usai menghadiri kegiatan Jumpa Pers di Diskominfo Kaltim, pada Jumat (20/12/2024) siang.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sejauh ini yang menjadi tantangan BRIDA adalah pemanfaatan hasil riset. Pasalnya, banyak hasil-hasil riset yang dijadikan sebagai laporan riset yang tidak digunakan sebagaimana mesetinya.
“Ini hambatan yang serius bagi kami,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya berencana akan konsisten mendorong pemanfataan hasil riset menjadi referensi pengambilan kebijakan yang berbasis bukti, ilmiah, dan menjadi dasar dalam pembabuatan rencana pembangunan dan pengambilan keputusan pimpinan daerah. Baik itu lembaga ekaekutif, legislatif, atau pihak lainnya.
“Ini akan menjadi pengawalan serius dengan mengandalkan SDMiptek yang kami punya. Yang tidak hanya bersumber dari tim riset kami, tetapi juga dari kawan-kawan jabatan fungsional analis kebijakan,” beber Fitriansyah.
Fitriansyah mengakui, BRIDA Kaltim juga diminta untuk mendampingi Biro Hukum Pemprov Kaltim. Dalam menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang nantinya akan berubah menjadi Peraturan Daerah (Perda) berikut dengan kebijakan atau produk hukum lainnya.
Sebagai informasi yang berhasil dicatat oleh wartawan Timeskaltim.com, bahwa lembaga BRIDA ini bergerak dan fokus dalam berbagai bidang riset diantaranya, perekonomian, perencanaan pembangunan, lingkungan, energi, pangan, sosial pemerintahan, gender, disabilitas, pariwisata, riset pemajuan IPTEK dan inovasi daerah. (Has/Bey)












