Kondisi Suasana Mapolsek Asnaanyar, Bandung Jawa Barat terkini.(Dok:Polri RI)
Timeskaltim.com, Bandung – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyelidiki pelaku peristiwa ledakan diduga bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, apakah berasal dari jaringan teroris atau tidak.
Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar saat dikonfirmasi media Antaranews, mengatakan penyidik Densus 88 sudah berada di lokasi Polsek Astana Anyar Bandung.
“Penyidik ada di lokasi untuk lakukan investigasi pengumpulan keterangan dan olah TKP,” kata Aswin dikutip media ANTARA, Rabu (7/11/2022).
Menurut Aswin, dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) itu penyidik mengumpulkan serpihan-serpihan ledakan yang ditemukan di lokasi untuk memastikan jenis bom digunakan.
“Membutuhkan waktu serta untuk memastikan serpihan-serpihan material yang ditemukan,” ucapnya.
Aswin mengimbau masyarakat tetap tenang, tim Polri bekerja secara cepat dan profesional dalam menangani kejadian tersebut.
“Mohon waktu dan tetap tenang. Sekali lagi Densus 88 sedang bekerja cepat mendalami peristiwa ini,” ujar Aswin.
Sebelumnya, Markas besar (Mabes) Polri membenarkan ledakan yang terjadi di Mapolsek Astana Anyar diduga bom bunuh diri.

Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuh korban dari anggota polisi, yakni satu orang meninggal dunia, tiga orang luka berat dan empat orang luka ringan.
Dalam peristiwa itu, juga tercatat satu masyarakat mengalami luka ringan. Selain itu, satu pelaku juga dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
“Data korban meninggal dunia di luar pelaku,” tandas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan.
Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait bom bunuh diri Polsek Astana Anyar, Bandung. Polri menyebut ada satu anggotanya yang meninggal dunia.
“Update korban peristiwa bom bunuh diri TKP polsek Astana Anyar dari anggota Polri, 1 orang MD,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Rabu (7/12/2022).
Ramadhan mengatakan tujuh anggota lainnya luka-luka. Di antaranya tiga luka berat dan empat luka ringan.
Korban tersebut bernama Aipda Sofyan salah satu personil Polri yang tengah berjaga di Mapolsek Astana Anyar dikabarkan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di RS Immanuel Bandung.
“3 luka berat, 4 luka ringan. Dari masyarakat 1 orang luka ringan,” pungkasnya.(Ant/Wan)










