Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

BPBD Kaltim Gelar Pelatihan Dan Pengembangan Sosialisasi, Upaya Penanggulangan Bencana di Tiap Daerah

272
×

BPBD Kaltim Gelar Pelatihan Dan Pengembangan Sosialisasi, Upaya Penanggulangan Bencana di Tiap Daerah

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Kepala BPBD Provinsi Kaltim, Agustianur. (Muhammad Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar pelatihan dan pengembangan terkait dengan sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi, pada Rabu (17/7/2024) sore.

Acara ini dilaksanakan di ruang rapat kedang kepala Puri Senyiur Hotel, Jalan Ruhui Rahayu I No. 26, Genung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Penanggulan Bencana Nasional (BNPB) dan kegiatan ini juga diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bermitra dengan BPBD Provinsi Kaltim, dan sepuluh perwakilan BPBD tingkat Kabupaten/Kota.

Melalui Ketua BPBD Provinsi Kaltim, Agustianur mengungkapkan bahwa pada hakikatnya BPBD harus bekerja dengan cepat, dengan berbagai macam birokrasi harus dipangkas.

Ia menyebutkan bahwa, pentingnya komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat khusunya dalam upaya penanggulangan bencana.

“Perkembangan dunia digital hari ini kan, informasi apa saja itu dengan mudah share, namun sulit dibedakan benar atau tidaknya informasi itu, karena ini menyangkut dengan keselamatan masyarakat makanya kita edukasi “ungkapnya, kepada wartawan Times Kaltim.

Berkaitan dengan daerah yang sulit untuk dijangkau secara cepat jika terjadi bencana atau blank spot, ia mengakui akan berupaya untuk mengurangi titik blank spot di titik lokasi minim infrastruktur berbasis jaringan.

“Contoh kalau di Kabupaten Mahulu kemarin itu, blank spot yang terjadi di mahulu kemarin bukan soal jaringan, tapi pembangkit listrik yang ikut terendam banjir, sehingga nanti itu akan dipindah kalau tidak salah pembangkit listriknya,” ucapnya.

“Kecil kemungkinan bahwa kasus yang seperti dimahulu akan terjadi di tempat-tempat lain tentang blank spot ini,” ujarnya.

Diakhir ia mengutip pribahasa latin tentang asas ‘Salus Populis Superma Lex’ yang artinya keselamatan rakyat keselamatan negara itu lebih tinggi dari konstitusi. Hal demikian, yang menjadi sebuah dorongan bagi seluruh peserta dan pihaknya untuk bisa bekerja dengan cepat.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Bagian Perencanaan Mitigasi Adaptasi Pemprov Kaltim, Ivan Ramdhany menjelaskan bahwa kegiatan ini dikhususkan pesertanya adalah para aparatur pemerintah.

“Jadi memang output yang memang kita inginkan ini adalah, agar teman-teman ini dapat menyusun rencana aksi daerah, melalui program-program kerja pada OPD masing-masing, kemudian nanti coba disampaikan kepada masyarakat terkait dengan informasi edukasi bencana,” jelasnya.

Untuk diketahui, selain nanti terdapat narasumber yang menjelaskan soal teknis, ia mengatakan pihaknya akan ada melipatkan OPD terkait, seperti Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) yang nanti akan menyampaikan tentang medi yang digunakan serta media yang dapat dipakai.

Selanjutnya untuk publik speaking maka akan ada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) , dan terakhir akan ada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kaltim, yang akan menyampaikan bagaimana tentang menyusun program kerja kebencanaan.

“Sehingga memang nanti, akan ada penyampaian secara komperehensif, yang membuat teman-teman peserta ini dapat menjadi lebih paham tentang edukasi dan informasi bencana. Karena memang kewajiban bagi pemerintah untuk memberikan kenyamanan, dan keamanan pada masyarakat,” lugasnya.

Diakhir ia mengakui bahwa, untuk jumlah peserta yang pihaknya targetkan sangat tinggi mengingat bahwa ini berkaitan dengan upaya penanggulangan bencana sehigga cukup penting.

“Kami targetkan seribu orang/peserta, namun dengan segala keterbatasan kami, jadi untuk tahun ini hanya tiga puluh saja karena hanya aparatur yang kita dahulukan. Sehingga kedapan nanti kita akan mengupayakan masyarakat sebagai pesertanya,” pungkasnya. (Has/Wan)