Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Berkejaran dengan Medan dan Waktu, Program Internet Gratis Desa di Kaltim Tembus 672 Desa

29
×

Berkejaran dengan Medan dan Waktu, Program Internet Gratis Desa di Kaltim Tembus 672 Desa

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Diskominfo Kaltim, H M Faisal.(Hasbi / Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Suasana di Kantor Gubernur Kaltim tampak seperti biasanya, sibuk padat agenda, dan penuh pegawai yang lalu-lalang. Namun di balik rutinitas itu, ada satu progres besar yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim.

Ditemui awak media, Kepala dinas Diskominfo Kaltim, H M Faisal, mengungkapkan bahwa pemasangan program Gratis Internet Desa kini telah menembus 80 persen, atau 672 desa dari target tahun ini.

Capaian ini menjadi angka tertinggi sejak program internet desa mulai dijalankan sebagai salah satu prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud – Seno Aji.

“Sampai progres 10 November, realisasi pemasangan internet desa sudah 80 persen. Itu 672 desa dari total target. Masih tersisa 100 desa, tapi target murni kami sebenarnya hanya sekitar 40-an karena ada perubahan program sehingga targetnya menjadi 125 desa,” ujarnya, pada Rabu (19/11/2025).

Untuk mendukung pemerataan akses internet, Diskominfo menggandeng tujuh penyedia layanan yakni, Telkom, Telkomsat, Telkomsel, Telkomsel Orbit, Icon Plus, Comtelindo, dan Basecamp.

Evaluasi akan terus dilakukan, terutama pada provider yang banyak menerima laporan gangguan.
Meski capaian tinggi, Faisal tak menapik bahwa sisa desa yang belum tersentuh adalah wilayah paling menantang.

“Yang tersisa ini pasti yang susah-susah. Tidak terjangkau kabel FO, jadi hanya bisa menggunakan satelit. Yang lebih berat lagi, beberapa desa bahkan tidak ada listrik sama sekali. Itu PR besar,” ungkapnya.

Salah satu solusi adalah penggunaan tenaga surya. Oleh karena itu, Diskominfo akan berkoordinasi dengan Dinas ESDM untuk menyediakan panel surya di desa yang tidak memiliki akses listrik.

“Kami tidak mungkin mengadakan listrik sendiri. Jadi bekerja sama dengan ESDM. Kalau tidak bisa selesai tahun ini, kami lanjutkan tahun depan,” jelas Faisal.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kebutuhan anggaran di perubahan APBD 2025 tidak terlalu besar karena sisa target hanya 125 desa, ditambah biaya langganan internet tinggal berjalan dua bulan.

“Sekitar dua sampai tiga miliar saja. Langganannya tinggal November dan Desember,” ucapnya.

Terkait serapan anggaran, Faisal mengakui bahwa Diskominfo yang masih berada di kisaran 50 sampai 60 persen. Menurutnya, pembayaran layanan internet memang dilakukan di akhir tahun, sehingga grafik serapan selalu naik pada kuartal IV.

“Di Kominfo itu serapan memang naiknya di triwulan empat. Internet itu dipakai dari Januari, tapi pembayarannya di akhir tahun. Jadi biasanya serapan besar di November–Desember. Kami optimis bahwa target serapan tahun ini akan tembus 92–95 persen,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, Diskominfo juga menyiapkan program komunikasi virtual antara Gubernur atau Wakil Gubernur dengan kepala desa sebagai uji coba layanan internet desa.

“Tidak mungkin semua 841 desa ikut, tapi minimal 20–30 desa sebagai perwakilan,” tambahnya.

Diakhir ia menegaskan bahwa program internet desa dipastikan berlanjut hingga 2026, sesuai visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim. Serta evaluasi awal tahun akan menentukan provider mana yang tetap dilibatkan.

“Kalau fasilitas wireless dan satelitnya bagus, kita lanjutkan. Kalau ada masalah, kita ganti providernya,” tutup Faisal. (Has/Bey)