Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar kembali memberikan kritik terhadap aturan terkait larangan menjual bensin eceran (Pertamini).
Anhar menilai, jika Pemerintah Kota Samarinda hanya bisa menindak masyarakat kecil yang berjualan dengan penghasilan minim, namun tak bisa memberikan solusi yang baik.
“Harusnya duduk bersama dulu untuk mengetahui lebih lanjut solusi terbaik sebelum mengeluarkan surat edaran,” ujar Anhar usai Rapat Bapemperda, Rabu (22/5/2024).
Anhar juga mempertanyakan asal usul bensin yang dijual di Pertamini. Pihaknya mendorong agar pemerintah mencari solusi yang tepat dan komprehensif tanpa merugikan masyarakat bawah.
Ia juga mengatakan perlu adanya kepastian anggaran untuk mendukung pelaksanaan Raperda ini. Tanpa anggaran yang memadai, Raperda ini dikhawatirkan tidak dapat dilaksanakan dengan baik.
“Perlu adanya sosialisasi yang masif kepada masyarakat tentang Raperda ini. Masyarakat harus mengetahui isi dan tujuan Raperda ini agar dapat mendukung pelaksanaannya,” tandasnya. (Bey)












