Timeskaltim.com, Kutai Timur – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Budianto Bulang, menegaskan pentingnya menyelengarakan pendidikan pancasila, dan wawasan kebangsaan sebagai upaya memperkuat karakter masyarakat dan menjaga kohesi sosial di daerah.
Perihal itu disampaikan Budianto Bulang, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) ke-2 Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Desa Long Bentuq, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sabtu (07/02/2026) sore.
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, Perda tersebut disusun sebagai instrumen kebijakan daerah, untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya diajarkan secara formal, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pancasila dan wawasan kebangsaan tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai-nilainya harus hadir dalam sikap, cara berpikir, dan tindakan masyarakat sehari-hari,” ujar bang Budi biasa ia disapa, Sabtu (07/02/2026).
Budi menilai, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari menguatnya individualisme, hingga mudahnya masyarakat terpapar informasi yang berpotensi memecah persatuan.
Maka dari itu, penguatan nilai Pancasila dinilai perlu dilakukan secara konsisten hingga ke tingkat masyarakat desa.
“Desa adalah fondasi sosial. Kalau nilai kebangsaan kuat di desa, maka ketahanan daerah juga akan kuat,” kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, dijelaskan oleh narasumber, Muhammad Hasbi bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2023 memberikan arah yang jelas bagi pemerintah daerah.
Terutama, dalam menyelenggarakan pendidikan Pancasila secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Perda ini menegaskan bahwa pendidikan Pancasila bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan formal, tetapi juga menjadi peran bersama pemerintah, masyarakat, dan keluarga,” ujar Hasbi.
Ia menambahkan, implementasi pendidikan Pancasila harus menyentuh ruang-ruang sosial masyarakat, agar nilai-nilai kebangsaan tidak terlepas dari realitas kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, narasumber Achmad Hasan, menekankan bahwa pentingnya wawasan kebangsaan sebagai modal sosial untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kaltim.
“Wawasan kebangsaan penting agar masyarakat memiliki kesadaran kolektif tentang persatuan, toleransi, dan keadilan sosial,” ungkapnya. (Has/Pi)












