Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

BEM KM Unmul Desak Pemkot Samarinda Klarifikasi Kisruh Pembangunan Tugu Pesut

519
×

BEM KM Unmul Desak Pemkot Samarinda Klarifikasi Kisruh Pembangunan Tugu Pesut

Sebarkan artikel ini
Teks Foto : Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Maulana. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul) mendesak, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera melakukan klarifikasi. Terkait, keluhan sebagian warga Kota Tepian mengenai pembangunan tugu pesut mahakam di simpang empat Mall Lembuswana.

Kepada awak media, Presiden BEM KM Unmul, Muhammad Ilham Maulana, mengatakan bahwa proses pembangunan proyek strategis Pemkot Samarinda yang menelan anggaran sebesar 1,1 miliar. Membuat publik, kian betanya-tanya.

Mulai dari bentuk, kebermanfaatan pada masyarakat, hingga nilai seni tugu tersebut.

“Anggaran 1,1 miliar ini seyogianya sudah dapat membangun satu fasilitas pendidikan yang jauh lebih penting ketimbang tugu pesut,” ungkap Maulana pada Senin (19/1/2025) siang.

Menurut Maulana, pembangunan tugu tersebut dinilaiambigu di mata sebagian masyarakat.

Pasalnya, bentuk pesut mahakam yang dinobatkan sebagai ikonik sungai Mahakam ini, terlihat seperti angka 0. Bahkan, membuat masyarakat gagal paham terkait makna filosofis arti tugu tersebut.

“Oleh karena itu kami meminta Pemkot Samarinda harus Segera klarifikasi kepada publik. Setelah menuai banyak kritikan, mengapa Pemkot samarinda hingga saat ini belum memberi penjelasan kepada masyarakat,” ujarnya.

Maulana menegaskan, kritik dan pertanyaan merupakan kontrol sosial yang sangat penting untuk dilakukan dalam setiap kebijakan atau proyek strategis yang dilakukan pemerintah. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda seharusnya lebih mengedepankan pandangan masyarakat dan tidak boleh dianggap sebagai hal yang salah.

“Pada prinsipnya tidak ada seorang pun yang dapat dihukum atas pemikirannya sendiri,” ucap Maulana.

Maulana menambahkan, kritik bukan tentang siapa yang menyampaikan atau dari golongan mana asalnya. Melainkan, semua tentang menjaga nilai demokrasi dan kontrol sosial.

“Apabila pemkot samarinda tidak segera mengklarifikasi kepada publik dengan secepatnya. Maka ini menjadi amarah dan ke khawatiran masyarakat, bahwa pemkot Samarinda mengabaikan pertanyaan dan kritik dari warga,” lugasnya.

Menutup pernyataanya, pria yang akrab disapa Bung Lana ini berharap, Pemkot Samarinda harus segera mengklarifikasi kepada publik karena ini sudah menjadi sorotan banyak pihak hingga ditingkat Nasional.

“Karena menjadi kebingungan bahkan kita ditertawakan dengan pembangun tugu  yang tidak berbentuk pesut itu. Kita harusnya punya rasa malu apabila ini sudah terdengar sampai ke Nasional,” pungkasnya. (Has/Wan)