Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Beberapa Titik di Samarinda Dikepung Banjir, BPBD Harap Warga Antisipasi Banjir Susulan

525
×

Beberapa Titik di Samarinda Dikepung Banjir, BPBD Harap Warga Antisipasi Banjir Susulan

Sebarkan artikel ini
Situasi saat masyarakat mengangkut barang-barangnya saat mengungsi menggunakan mobil. (Hasbi Moa/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Kota Tepian beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, salah satunya di Jalan Pipit Raya, Blok J-I Perumahan Griya Mukti Sejahtera, Kelurahan Gunung Kelua.

Debit air mulai meninggi dan masuk ke pemukiman warga sejak Senin (27/1/2025) malam, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan beberapa rumah warga terendam

Silvester Soi (25) mengungkapkan, air mulai memasuki rumah kosnya mulai dari pukul 00.30 Wita.

“Kami memilih mengungsi karena mulai pagi tadi air sudah sampai di lutut dewasa,” ungkap Vester kepada wartawan Timeskaltim.com, Selasa (28/1/2025).

Mahasiswa Universitas Mulawarman (UNMUL) ini juga mengakui bahwa sejak pukul 10.00 Wita tadi ia dan beberapa temannya sudah mengamankan beberapa barang dan memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat dekatnya.

“Semoga banjir cepat surut biar kami bisa segera kembali ke kos kami,” tukasnya.

Banjir yang melanda kawasan Griya Mukti Samarinda. (Hasbi/Times Kaltim)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama dengan tim relawan dan BPBD Kaltim telah menurunkan personel untuk selalu bersiaga.

Salah satunya dengan mendirikan Posko utama di Kantor Kelurahan Sempaja Timur sebagai pusat koordinasi penanganan bencana.

“Untuk sementara sejak tadi malam ketinggian air di Bendungan Benanga telah mencapai 8,07 meter. Kondisinya masih stabil dan masuk dalam kategori siaga,” ungkap Suwarso, saat dikonfirmasi melalui platfrom WhatsApp, Selasa (28/1/2025).

Suwarso juga menyebutkan bahwa prakiraan cuaca, potensi hujan di Samarinda pada hari ini relatif rendah. Namun tetap diwaspadai mengingat air kirimin dari hulu masih bisa terjadi.

Pihaknya juga menganalisa bahwa curah hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab utama banjir. Dari data yang berhasil dihimpun, menunjukkan curah hujan di Bandara APT Pranoto mencapai 115 mm, dan Bandara Temindung 75 mm.

Selain itu di ikuti juga dengan pasang tinggi air laut yang mencapai 2,5 meter. Sehingg turut memperlambat aliran air menuju muara, sehingga banjir bertahan lebih lama di beberapa kawasan

“Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, relawan, Tagana, dan forum pengurangan riisiko bencana telah dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak. Upaya ini kami lakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan,” pungkasnya. (Has/Bey)