Timeskaltim.com, Samarinda – Memasuki bulan Januari 2024 ini, proses rekrutmen Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) pun akhirnya ditutup. Namun, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Samarinda mengeluhkan, masih terdapat banyak kekurangan terkait jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah ditargetkan. Tercatat, sebanyak 876 orang yang baru terdaftar.
Diketahui, Kota Samarinda memerlukan 2.563 PTPS sesuai dengan jumlah TPS yang tersedia. Sehingga, Bawaslu Samarinda masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) sebesar 1.687 orang dari jumlah yang ditetapkan.
Minimnya pendaftar PTPS di Kota Samarinda disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, kurangnya peminat untuk berpartisipasi menjadi PTPS. Hal tersebut terlihat, dari banyaknya sebagian masyarakat, lebih memilih untuk menjadi petugas KPPS dan relawan atau tim kampanye calon anggota legislatif ketimbang PTPS. Belum lagi, keinginan menjadi saksi dari beberapa partai politik. Sehingga, berdampak pada jumlah partisipasi untuk menjadi PTPS di tahun ini.
Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Samarinda Abdul Muin. Ia menyampaikan, pendaftaran tahap pertama tanggal 2-6 Januari, belum memenuhi target dari kuota yang ada. Muin bilang, akan berencana membuka kembali perekrutan tahap dua dalam waktu dekat.
“Keadaan ini memang banyak hal ya. Apalagi orang yang kami butuhkan, (harus) sesuai dengan kriteria yang ada dalam Undang-Undang,” ucap Abdul Muin saat dihubungi via telpon, pada Sabtu (6/1/2024).
Terkait pendaftaran tahap kedua, pihaknya, masih melakukan koordinasi bersama Bawaslu Provinsi Kaltim dalam menentukan waktu.
“Kami berusaha untuk memanfaatkan waktu sehingga dapat memenuhi kuota yang dibutuhkan,” katanya.
Selain menambah waktu, Bawaslu Kota Samarinda juga terus melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Agar jumlah pendaftar dapat terpenuhi sesuai target.
“Jadi harapan kami perekrutan Pengawas TPS ini dapat dipahami seluruh masyarakat Kota Samarinda, terutama anak-anak muda. Kemudian dapat mendaftarkan diri sebagai Pengawas TPS,” harapnya. (Nik/Wan)












