Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Bawa 3 Tuntutan, PMII Sambangi Polresta Samarinda Dapat Sambutan Represifitas, Lebam Kepala Hingga Alami Luka Bakar

576
×

Bawa 3 Tuntutan, PMII Sambangi Polresta Samarinda Dapat Sambutan Represifitas, Lebam Kepala Hingga Alami Luka Bakar

Sebarkan artikel ini

PMII Samarinda lakukan Demontrasi ke Polresta. (Dok/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Samarinda lakukan aksi demontrasi di depan Polresta Samarinda, Pada Senin (2/10/2023) sore.

Dengan membawa 3 tuntutan dari isu nasional hingga kedaerahan. PMII Samarinda melihat perlunya penyampaian 3 tuntutan tersebut untuk diterima pihak Polresta Samarinda.

3 tuntutan tersebut yaitu bebaskan 7 aktivis kader PMII Bulukumba, hentikan represifitas terhadap aktivis lingkungan, HAM, dan kaum adat, hingga berantas mafia tambang ilegal di Kota Samarinda.

Ketua Cabang PMII Samarinda Ahmad Naelul Abrori sampaikan aksi yang dilakukan pihaknya ini sebagai solidaritas dan soliditas sesama kader. Selain itu juga, pihaknya meminta penyelesaian isu-isu di daerah khususnya Kota Samarinda.

“Kami melaksanakan aksi ini dengan damai, membawa tuntutan-tuntutan yang telah kami konsolidasi kan sebelumnya,” ucap Abrori, pada Senin (2/10/2023) sore.

Pada aksi sambangi Polresta Samarinda tersebut pihak PMII mendapatkan sambutan aksi represifitas dari beberapa oknum kepolisian.

Aksi memanas saat salah satu peserta aksi mengalami pulukan langsung. Terlihat dalam video berdurasi 2 menit, salah satu oknum kepolisian melakukan aksi kekesaran.

“Kami datang dengan damai, namun disambut dengan aksi represifitas dari kepolisian. Bahkan ada oknum yang memberi cacian kepada kami,” tutur Ketua PMII Samarinda.

Selanjutnya, Abrori memberikan kritikannya kepada Polresta Samarinda yang kurang dapat memanusiakan manusia dalam melakukan penanganan aksi.

Padahal dalam peraturan Kapolri 7/2012 jelas disampaikan tatacara penanganan dan pengamanan dalam penyampaian pendapat di muka umum.

“Ini menjadi tanda bahwa kepolisian hari ini tidak humanis. Mahasiswa yang datang menyampaikan aspirasinya disambut dengan begitu kejamnya,” lanjutnya.

Pihak PMII Samarinda saat ini sedang mengumpulkan foto dan video aksi represifitas yang dilakukan oknum kepolisian saat aksi tersebut. Kedepannya PMII Samarinda bakal melaporkan bukti-bukti kekerasan tersebut. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, salah satu kader termasuk Ketua PC PMII Samarinda. Mendapatkan luka lebam di bagian kepala. Kemudian, satu kader lainnya mengalami luka bakar di bagian perut akibat percikan api yang terdorong pada massa aksi. (Nik/Wan)