Timeskaltim.com, Samarinda – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak siang hingga sore membuat sejumlah wilayah tergenang air. Tak terkecuali gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Provinsi Kalimantan Timur di Jalan Ir. H. Juanda, yang ikut terdampak genangan setinggi sekitar 30 sentimeter.
Air merembes hingga ke bagian depan dan ruang layanan di lantai satu. Begitu kondisi memburuk, tim DPK Kaltim langsung bertindak cepat dengan memindahkan koleksi penting, mengamankan perangkat layanan, dan memastikan jaringan listrik dalam keadaan aman.
“Kami langsung bergerak mengamankan bahan pustaka dan koleksi penting agar tidak rusak. Untungnya, sebagian besar koleksi masih aman,” ujar Sri Rezeki Marietha, Kepala Bidang Layanan, Otomasi, dan Kerjasama Perpustakaan DPK Kaltim.
Sri Rezeki yang akrab disapa Kiky menjelaskan, meski layanan langsung di gedung harus ditutup sementara, masyarakat tetap bisa mengakses bahan bacaan melalui layanan digital iKaltim, platform literasi daring milik DPK Kaltim.
“Kami mengalihkan seluruh layanan ke kanal digital iKaltim agar masyarakat tetap bisa membaca dan meminjam buku tanpa datang langsung. Setelah kondisi pulih, layanan tatap muka akan kami buka kembali,” jelasnya.
Banjir kali ini bukan peristiwa baru bagi gedung perpustakaan daerah. Karena itu, DPK Kaltim mendorong adanya upaya bersama memperbaiki sistem drainase di sekitar kawasan tersebut, agar insiden serupa tak terus berulang.
“Kami berharap ke depan gedung perpustakaan bisa lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. Layanan literasi publik tidak boleh terganggu hanya karena genangan air,” tambah Kiky.
DPK Kaltim juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pihak-pihak yang turut membantu selama proses penanganan banjir. Seluruh informasi terkini mengenai jadwal layanan dan pembaruan situasi akan diumumkan melalui kanal resmi media sosial dan situs web DPK Kaltim. (Bey)












