Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Damayanti, menyatakan keprihatinannya atas bencana banjir dan tanah longsor yang kembali melanda beberapa wilayah di Kota Samarinda pada dua pekan lalu.
Kepada awak media, Damayanti, mengungkapkan bahwa bencana ini tidak semata-mata disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, melainkan juga menjadi alarm keras akibat kerusakan lingkungan yang semakin meluas.
“Musibah ini membawa dampak besar bagi warga. Tapi yang perlu menjadi perhatian bersama adalah bahwa kejadian ini harus menjadi pengingat penting tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam,” ujar Damayanti, Kamis (22/5/2025).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga turut menyebutkan sejumlah sejumlah faktor yang menyebabkan pristiwa banjir dan tanah longsor ini.
Kata dia, dimulai dari perubahan fungsi lahan, deforestasi huta, serta sistem drainase yang belum optimal, telah memperburuk situasi ketika hujan deras turun.
“Kerusakan lingkungan berdampak langsung pada bencana yang kita hadapi. Ini tak lepas dari kelalaian manusia dalam menjaga alam. Maka, kita semua harus terlibat aktif dalam merawat lingkungan,” tegas politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Menutup pernyataannya, Damayanti mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan serta mempercepat program mitigasi bencana, khususnya dikawasan rawan.
“Ini saatnya kita bersinergi. Jangan tunggu sampai kerugian dan korban semakin banyak baru kita bertindak,” pungkasnya. (Has/Bey)












