Pegawai Perpustakaan Sangatta Utara.(ISTIMEWA)
Timeskaltim.com, Kutai Timur – Perpustakaan bisa dikatakan sebagai wadah penyimpanan buku dari berbagai genre. Dari sastra, ilmu pengetahuan, ataupun ilmu keagamaan. OPD pelaksana, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, memiliki tugas untuk merawat buku-buku tersebut guna umur dari buku tersebut tidak ‘mati’.
Tetapi, musibah memang tidak bisa dicegah dengan mudah layaknya membalikkan telapak tangan. Hal ini yang dialami oleh Perpustakaan Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Salah satu pengelola Perpustakaan Sangatta Utara, Winda Erliana mengakui, perpustakaan pernah terkena imbas dari banjir besar yang terjadi pada Maret 2022 lalu. Banjir tersebut mengakibatkan rusaknya ratusan buku, fasilitaspun rusak. Contohnya saja ruang baca, bangku, hingga rak-rak buku rusak.
Padahal, saat ini minat masyarakat dan pelajar di Sangatta Utara sangat tinggi untuk berkunjung ke perpustakaan. Mereka mencari buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hanya saja, koleksi buku yang dimiliki jauh berkurang. Hal ini mengakibatkan pengunjung pun berkurang selama beberapa bulan ini.
“Terjadi penurunan peminat datang ke sini untuk membaca dan meminjam. Karena koleksi buku rusak saat banjir Bulan Maret 2022 lalu,”ungkap Winda.
Saat ini, lanjut Winda, stok buku lebih dari separuh jumlah keseluruhan rusak terendam saat terjadi banjir. Khususnya, buku koleksi yang disusun di rak-rak rendah.
“Sekitar dua ribuan buku yang kami punya kini tidak sampai seribuan buku. Lebih dari 50 persen buku tidak bisa kami selamatkan saat banjir besar,”kata Winda.
Demi meningkatkan jumlah koleksi buku, pihaknya kadang memint bantuan dari perusahaan dan pihak ketiga lainnya. Misalnya PT KPC yang kadang membantu memberikan buku hingga 250 buku.
“Kalau buku bantuan perusahaan, kami mengajukan permohonan lalu dibantu. Soal jenis buku dan judulnya, perusahaan sendiri yang cari, kami hanya meminta saja,”pungkasnya.(adv/FD/DPKKaltim24)












