Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kaltim

Baharuddin Muin Ajak Warga Sepaku Maknai Pentingnya Pancasila

346
×

Baharuddin Muin Ajak Warga Sepaku Maknai Pentingnya Pancasila

Sebarkan artikel ini

Suasana sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar oleh anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin diketahui menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (sosbang) di jalan Poros Wonosari, RT. 001, Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (18/12/2023) pukul 13.45 Wita itu turut menghadirkan dua narasumber yakni Sayyid Hasan, S.IP dan Bahrul. M.

Baharuddin menyampaikan, sosialisasi empat pilar ini bertujuan karena di dalam lingkungan masyarakat, pemahaman terkait wawasan kebangsaan itu sudah mulai luntur. 

“Maksud dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman, sebab nilai-nilai Pancasila di lingkungan kita mulai berkurang,” ujar Baharuddin Muin, Senin (18/12/2023).

Disampaikannya, terdapat empat konsensus kebangsaan yang perlu di tanamkan dalam diri dan masyarakat. Diantaranya, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Indonesia, khususnya di Kaltim atau di Samarinda itu punya ragam suku, agama, ras, budaya sehingga kita perlu wawasan kebangsaan agar tetap satu dan tidak terpecah belah,” jelasnya.

Legislator asal Partai Gerindra itu menegaskan, jangan sampai ada perpecahan karena saling mencela satu sama lain dan tidak ada rasa persatuan dan kesatuan.

“Jangan membawa budaya ke dalam agama, budaya tetap budaya agama ya agama, karena nanti akan terpecah-belah. Jangan mencela dan saling mengalahkan,” tegasnya.

Terakhir, ia berharap wawasan kebangsaan dapat diamalkan di kehidupan sehari-hari dan ditimbulkan sedari dini, sebab empat pilar kebangsaan akan menjadi nilai dan kekuatan bangsa.

“Wawasan kebangsaan harus ditimbulkan mulai dari anak didik kita, jangan sampai anak kita ini kita lepas, sehingga makna Pancasila haruslah ada di keseharian kita,” tutupnya. (Bey)