Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Baharuddin Demnu Serukan Pendidikan Berbasis Karakter dan Budaya Lokal di Kaltim

205
×

Baharuddin Demnu Serukan Pendidikan Berbasis Karakter dan Budaya Lokal di Kaltim

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Baharuddin Demnu, menyerukan pentingnya sistem pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang kuat, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.

Seruan ini ia sampaikan, sebagai bentuk keprihatinan terhadap tantangan zaman yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.

“Yang dibutuhkan Kalimantan Timur bukan sekadar generasi pintar, tetapi mereka yang punya integritas, peduli pada lingkungan sosialnya, dan memiliki rasa cinta terhadap daerah asal,” tegas Baharuddin, pada Selasa (22/07/2025).

Menurutnya, di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, sistem pendidikan Kaltim harus lebih membumi dengan menekankan nilai-nilai lokal, budaya daerah, serta semangat keberagaman yang telah lama menjadi identitas Benua Etam.

DPRD Kaltim, kata Baharuddin, saat ini tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan pendidikan. Raperda ini tidak hanya bertujuan memperbaiki regulasi yang ada, tetapi juga menjadi kerangka baru yang menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dan realitas lokal.

Ia menyoroti bahwa transformasi pendidikan tidak boleh berhenti pada aspek teknologi atau kurikulum semata. Nilai-nilai budaya seperti sejarah lokal, identitas adat, dan kearifan tradisional harus diintegrasikan dalam proses pembelajaran.

“Anak-anak perlu dibekali cerita tentang Mahakam, budaya Dayak, tradisi pesisir Berau, atau nilai gotong royong masyarakat kita. Itu bukan pelengkap, tapi elemen penting dalam membentuk jati diri,” ujarnya.

Lebih jauh, Baharuddin menyinggung kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Ia menegaskan pentingnya pemerataan dari sisi tenaga pengajar, infrastruktur, hingga akses teknologi pendidikan.

“Kita tidak boleh membiarkan pendidikan hanya tumbuh di Samarinda atau Balikpapan, sementara anak-anak di Long Apari, Karangan, atau Sangkulirang tertinggal. Pendidikan harus hadir di seluruh penjuru,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Raperda yang tengah digodok ini juga dirancang inklusif, agar mampu menjangkau komunitas adat, daerah rawan bencana, hingga pendidikan nonformal. Tujuannya agar semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan hak pendidikan yang layak dan bermakna.

Baharuddin menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya pembangunan karakter dan pelestarian kearifan lokal dalam pendidikan, terutama dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) di wilayah Kaltim.

“Kalau sejak dini mereka mengenal siapa dirinya, memahami budayanya, dan cinta tanah kelahiran, maka ketika tantangan datang, mereka siap jadi pelindung dan penggerak pembangunan,” pungkasnya. (Adv/Rob/Bey)