Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kaltim

Bagus Susetyo Sampaikan Beberapa Permasalahan Sektor Pertanian di Kaltim

588
×

Bagus Susetyo Sampaikan Beberapa Permasalahan Sektor Pertanian di Kaltim

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kaltim, Bagus Susetyo. (berbi/timeskaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Bagus Susetyo meminta pemerintah untuk tidak membatasi kuota pupuk bagi petani Kaltim dan memastikan distribusi tepat sasaran, termasuk penyediaan alat-alat pertanian modern.

“Dinas Pertanian Kaltim menyampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sudah tidak banyak sekarang. Petani generasi muda juga agak sulit diajar,” ujarnya, Senin (27/11/2023).

Politikus Gerindra itu berharap pemerintah bisa membantu petani dengan mesin yang canggih dan melakukan pengawasan dari penanaman sampai panen. 

“Kita harus meningkatkan ketahanan pangan untuk negeri ini, untuk Kalimantan Timur khususnya,” tuturnya.

Dirinya juga menanggapi keberlanjutan proyek irigasi, dan peningkatan produktivitas beras lokal guna mewujudkan kedaulatan pangan di Benua Etam.

“Ketersediaan beras kita saat ini mencukupi, tapi itu bukan beras hasil pertanian Kaltim. Beras itu didatangkan dari Sulawesi dan Jawa,” imbuhnya.

Bagus mempertanyakan upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali proyek irigasi di Kabupaten Paser yang sempat terhenti.

“Proyek irigasi di Paser telah menjadi salah satu prioritas dan itu bisa dikerjakan dengan APBD Kaltim. Itu berkaitan dengan permasalahan petani yang memerlukan pengairan sawah,” jelasnya.

Perbaikan jalan desa, menurutnya, juga perlu mendapat perhatian agar tani mudah membawa akses hasil pertanian ke perkotaan.

“Jika kondisi jalan baik, biaya transportasi akan lebih murah dan hasil pertanian akan lebih cepat sampai ke konsumen,” katanya.

Legislator daerah pemilihan Balikpapan itu mengatakan, banyak jalan desa dan jalan tani di Kalimantan Timur yang rusak dan berlubang.

“Kami dari DPRD akan terus mengawasi dan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di pedesaan, termasuk jalan desa dan jalan tani,” tutupnya. (Adv/Bey)