Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialKukar

Aulia Tegaskan Pembangunan Jembatan Sebulu Tetap Berjalan Meski TKD Turun

32
×

Aulia Tegaskan Pembangunan Jembatan Sebulu Tetap Berjalan Meski TKD Turun

Sebarkan artikel ini
Proses pembangunan jembatan di Kecamatan Sebulu. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sebulu tidak akan dihentikan meski daerah tengah menghadapi penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD). Proyek strategis itu disebutnya tetap menjadi prioritas pemerintah.

“Itu tetap terus kita progres ya. Untuk Jembatan Sebulu, sebagaimana kita pahami, TKD kita sedang turun,” ujar Aulia, pada Sabtu (22/11/2025).

Aulia menjelaskan, penurunan TKD membuat progres konstruksi melambat, namun Pemkab Kukar terus melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar pembangunan bisa dilanjutkan tanpa terhenti.

Salah satu langkah yang diambil adalah menyampaikan langsung kondisi anggaran kepada anggota DPR RI dari Dapil Kaltim, Budisatrio Djowandono.

“Sudah kami sampaikan juga terkait masalah Jembatan Sebulu ini. Karena sekarang anggaran banyak di pusat, mereka akan mengupayakan agar ini bisa diambil alih oleh pusat,” katanya.

Menurut Aulia, Budisatrio merespons dengan cepat.“Tiga hari yang lalu, beliau sudah menghubungi kami langsung untuk meminta data-data terkait jembatan tersebut, dan kami sudah kirimkan,” tambahnya.

Dari perhitungan teknis, masih diperlukan hampir Rp500 miliar untuk menyelesaikan pembangunan jembatan yang sejak peletakan tiang pancang pertama pada 28 Juni 2024 menjadi harapan besar masyarakat Sebulu. Khusus bentang tengah, pengerjaannya harus dilakukan dalam satu tahapan penuh.

“Untuk bentang tengahnya, itu tidak bisa dikerjakan separuh-separuh, karena butuh waktu satu tahun penuh. Setelah dirakit dan dipasang, perlu waktu untuk mengetes ketahanannya. Setelah diuji dan dinyatakan layak, barulah bisa dibuka untuk umum,” jelas Aulia.

Aulia menilai keberadaan jembatan tersebut penting untuk membuka akses strategis antarwilayah. Jika penghubung ke Kutai Timur (Kutim) terbuka dari Sebulu dan jalur menuju Samarinda semakin cepat, maka mobilitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik akan meningkat.

“Jadi jembatan ini tetap menjadi prioritas kita, dan kita mengupayakan semaksimal mungkin. Alhamdulillah, Pak Budi Satrio juga menyambut baik terkait penyelesaiannya,” ucapnya.

Terakhir, Ia berharap, kolaborasi antara anggaran daerah dan dukungan pusat dapat mempercepat progres.

“Kalau kita, maunya secepatnya. Tapi melihat kondisi anggaran, mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan bisa kita selesaikan,” pungkas Aulia. (Adv/Rob/Bey)