Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Antrean BBM Mengular ke Bahu Jalan, Novel Paembonan Sebut Perlunya Skema Pengaturan

550
×

Antrean BBM Mengular ke Bahu Jalan, Novel Paembonan Sebut Perlunya Skema Pengaturan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.

Timeskaltim.com, Kutim – Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memakan bahu jalan telah menjadi pemandangan umum di beberapa lokasi di Kutai Timur. Fenomena ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, menyebut perlunya skema pengaturan yang lebih baik untuk mengatasi masalah tersebut.

“Ini memang menjadi sebuah dilema bagi kita. Pertama, masyarakat perlu yang namanya BBM. Kedua, informasi terakhir menunjukkan bahwa BBM-nya terbatas. Ketiga, suka tidak suka, kebutuhan BBM tinggi sehingga masyarakat harus antre dan terpaksa memakan bahu jalan,” ujar Novel Paembonan.

Ia menekankan bahwa meski kebutuhan akan BBM sangat tinggi dan ketersediaannya terbatas, harus ada solusi yang tepat agar antrean panjang tidak mengganggu ketertiban dan keselamatan di jalan. Menurutnya, diperlukan sebuah sistem atau skema pengaturan yang dapat mengurangi dampak antrean panjang di SPBU.

“Memang harusnya ada sebuah sistem atau skema yang dibuat supaya antrean ini tidak terlalu mengganggu atau memakan badan jalan, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya.

Novel Paembonan juga menyarankan agar pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pengelola SPBU, berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah pengaturan jadwal pengisian BBM atau penambahan jalur khusus di SPBU untuk mengurangi panjangnya antrean.

“Kita perlu duduk bersama untuk mencari solusi. Misalnya, dengan pengaturan jadwal pengisian BBM atau menambah jalur khusus di SPBU. Hal ini bisa membantu mengurangi panjangnya antrean dan meminimalisir gangguan di jalan,” jelasnya.

Masalah antrean BBM yang mengular ke bahu jalan tidak hanya menjadi perhatian di Kutai Timur, tetapi juga di berbagai daerah lainnya. Oleh karena itu, solusi yang efektif dan dapat diterapkan dengan baik sangat diperlukan agar tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“DPRD akan terus mendorong pemerintah daerah dan pengelola SPBU untuk berkoordinasi dan mencari solusi terbaik. Kami berharap masyarakat juga dapat bersabar dan mengikuti aturan yang ada demi kebaikan bersama,” tutup Novel Paembonan.

Dengan adanya skema pengaturan yang tepat, diharapkan masalah antrean BBM yang mengular ke bahu jalan dapat teratasi, sehingga lalu lintas di sekitar SPBU dapat berjalan lebih lancar dan aman. (SH/ADV)