Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Antrean BBM Berhari-Hari dan Distribusi LPG Amburadul, Pertamina Didesak Tanggung Jawab

307
×

Antrean BBM Berhari-Hari dan Distribusi LPG Amburadul, Pertamina Didesak Tanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Situasi saat masa aksi duduk melakukan audiensi setelah menggelar unjuk rasa di depan PT. Pertamina Patra Niaga. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda mendesak PT Pertamina Patra Niaga untuk memperbaiki tata kelola Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Samarinda, dan distribusi LPG yang dinilai belum merata.

Kepada awak media, Ketua PC PMII Samarinda, Taufikuddin, mengatakan bahwa TBBM Pertamina Patra Niaga yang terletak di Jalana Cendana, Kelurahan Teluk Lerong, saat ini menyimpan risiko tinggi bagi keselamatan masyarakat.

“Penempatan TBBM harus memenuhi standar keselamatan, jauh dari pemukiman warga serta fasilitas publik. Pertamina wajib memastikan keamanan sesuai aturan, termasuk pemasangan rambu peringatan dan pengawasan ketat,” tegasnya, pada Kamis (25/9/2025) Sore.

Lebih lanjut, kata dia, PMII Samarinda juga menyoroti fenomena antrean panjang yang terjadi dihampir semua SPBU Kaltim. Sehingga hal tersebut dapat dijadikan sebagai bukti, lemahnya perencanaan dan pengawasan distribusi BBM.

“Kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi mencerminkan ketidakadilan energi bagi masyarakat,” timpalnya.

Selain itu, perihal keterjangkauan dan ketersediaan LPG juga menjadi sorotan. PMII menilai, Pertamina sebagai BUMN pemegang mandat penyediaan energi belum maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat kecil.

“Misalkan harga tidak merata, akses sulit, dan pengawasan lemah. Ini merugikan masyarakatkan pastinya, yang seharusnya mendapat harga wajar,” paparnya.

Oleh karena itu, berdasarkan pada persoalan yang disampaikan, PMII Samarinda menyampaikan tiga poin tuntutan.

Pertama, mendesak Menteri BUMN mempercepat pemindahan Terminal BBM Pertamina Samarinda ke Palaran. Kedua, meminta Direktur dan General Manager Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM di Kaltim. Ketiga, mendesak pengawasan lebih ketat terhadap agen LPG di Samarinda agar harga penjualan lebih merata.

“Ini semua demi keselamatan warga dan keadilan energi yang dijanjikan negara,” pungkas Ketua PMII Samarinda.

Sementara itu, Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Samarinda, Rahmat Isya Ginanjar, menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan audiensi bersama mahasiswa guna memperjelas tugas dan kewenangan Pertamina.

“Sebetulnya yang disepakati hari ini adalah kita perlu penyepahaman antara mahasiswa dan Pertamina Patra Niaga. Mana peranan Pertamina, mana yang bukan, sehingga clear posisi ini,” ucapnya.

Rahmat menegaskan dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan bersama teman-teman PMII. Hal itu dilakuakan agar tuntutan yang mereka sampaikan ini seharusnya disampaikan ke tempat yang lebih tepat.

Selain itu ia menambahkan bahwa langkah pertama adalah duduk bersama untuk membahas regulasi, tugas, dan tanggung jawab masing-masing antara PT. Pertamina (Persero) dan PT. Pertamina Patra Niaga

“Tahap pertama kita ke situ dulu,” tandasnya. (Has/Bey)