Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Angka Pengangguran Tinggi, DRPD Minta Disnaker Rutin Gelar Job Market Fair

353
×

Angka Pengangguran Tinggi, DRPD Minta Disnaker Rutin Gelar Job Market Fair

Sebarkan artikel ini

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim. (ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Angka pengangguran di Kota Samarinda menempati posisi tertinggi pertama di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yakni 28.750 jiwa. Ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka tersebut tentu bukan jumlah yang sedikit, melihat beberapa tahun lalu Samarinda dilanda pandemi yang mengakibatkan ekonomi menjadi tidak stabil.

Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim mengatakan jumlah angka pengangguran pasca pandemi Covid-19 pasti meningkat dan ini tidak hanya terjadi di Samarinda saja, tetapi hampir seluruh daerah.

“Banyak usaha gulung tikar dan UMKM banyak stuck, otomatis angka pengangguran tinggi. Tetapi dengan kondisi seperti sekarang setelah pandemi dan ekonomi sudah mulai membaik, pertumbuhan UMKN baru serta bisnis ekonomi di Samarinda mulai meningkat juga,” ucapnya.

Deni mengaku Komisi IV telah menggelar hearing bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda membahas program ke depan bagi para pencari kerja (Pencaker).

“Kami meminta Disnaker agar menggelar Job Marker Fair (JMF) secara rutin dengan menggandeng 80 perusahan. Ini untuk membuka lowongan pekerjaan dan membantu para angka pengangguran,” ujarnya.

Menurut Deni, jumlah pencaker dan lowongan pekerjaan saat ini tidak sebanding. Lebih banyak jumlah pencari kerjanya ketimbang lowongan yang tersedia.

Persoalan ini ditambah dengan jumlah kelulusan di setiap kampus. Hampir setiap tahun tercatat lebi dari 10 ribu lulusan mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Kota Tepian.

“Makanya sangat diperlukan peran penting Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menciptakan UMKM dan star-up baru dalam membantu para pencari kerja,” Terangnya.

Deni mengaku dengan adanya program Probebaya, maka Pemkot Samarinda ingin menumbuhkan star-up. Jika satu RT ada dua UMKM dan apabila ini dikali 2.000 RT di Samarinda maka ada 4.000 UMKM dan dalam jangka tiga tahun secara otomatis ada 12 ribu UMKM yang tumbuh.

“Inilah maksudnya Pemkot Samarinda ketika menggulirkan program pro bebaya, ingin menumbuhkan UMKM dan perbaikan ekonomi di kota samarinda,” tandasnya. (ADV/DPRDSamarinda)