Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Ancaman Penyerangan Usai Persitiwa THM Berdarah Heboh di Grup WhatsApp, Polres: Samarinda Aman

343
×

Ancaman Penyerangan Usai Persitiwa THM Berdarah Heboh di Grup WhatsApp, Polres: Samarinda Aman

Sebarkan artikel ini
KASI Humas Polresta Samarinda, Ipda Ramli P. Sianturi. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Warga kota tepian (sebutan samarinda) dibuat resah oleh beredarnya pesan berantai di grup WhatsApp yang menyebut akan terjadi penyerangan oleh sekelompok warga Jalan Lambung Mangkurat terhadap warga kawasan Padaleo, Samarinda Seberang.

Isu ini muncuat menyusul peristiwa penembakan yang terjadi didepan Tempat Hiburan Malam (THM), di Jalan Imam Bonjol, pada Minggu (4/5/2025).

Meskipun pelaku telah ditangkap dan polisi menggelar konferensi pers keesokan harinya, kabar serangan balasan mulai menyebar pada malam harinya.

Situasi semakin memanas akibat beredarnya pesan teks dan rekaman suara yang memperingatkan warga, terutama anak muda, untuk tidak keluar rumah pada malam hari.

Pesan-pesan itu menyebutkan adanya potensi serangan menggunakan senjata tajam hingga senjata api.
Salah satu pesan berbunyi:

“Malam ini jangan keluar sekitar Samarinda Seberang (Padaleo), sedang terjadi penyerangan antara warga Lambung dan Padaleo, dampak dari pembunuhan tadi malam di Crown.”

Disebutkan pula: “Banyak yang bawa samurai, mandau, panah, bahkan senpi.”

Menanggapi keresahan publik, Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Ramli P Sianturi menegaskan bahwa kondisi di Padaleo aman dan sepenuhnya terkendali.

“Situasi di Padaleo dari tadi malam hingga kini tetap kondusif. Tidak ada gangguan keamanan,” tegas Ipda Ramli, Selasa (6/5/2025) malam.

Lebih lanjut ia menambahkan, Polsek Samarinda Seberang juga telah sigap merespons kabar tersebut, dengan memperketat patroli di titik-titik yang dianggap rawan untuk mencegah potensi kericuhan.

“Begitu menerima informasi, kami langsung tingkatkan patroli di sejumlah wilayah yang disebut dalam isu tersebut,” jelasnya.

Diakhur ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya, apalagi yang disebar lewat aplikasi pesan instan.

“Pesan WhatsApp ini tidak bisa dipastikan siapa pengirimnya. Kami tetap waspada, tetapi masyarakat juga harus bijak dan tidak mudah terpancing oleh isu tak berdasar,” pungkasnya. (Has/Bey)