Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Anak-anak Dusun Damai Andalkan Kereta Katrol untuk Seberangi Sungai ke Sekolah

6
×

Anak-anak Dusun Damai Andalkan Kereta Katrol untuk Seberangi Sungai ke Sekolah

Sebarkan artikel ini
Kondisi Kereta Gantung di Dusun Damai, Desa Santan Ulu. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Aktivitas pagi di Dusun Damai, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diwarnai pemandangan tak biasa. Sejumlah pelajar harus menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung katrol sederhana untuk menuju sekolah.

Dengan mengenakan seragam dan membawa tas sekolah, anak-anak itu bergantian menaiki kereta kecil berbahan rangka besi yang digerakkan manual. Sungai yang membelah permukiman menjadi akses utama yang harus dilalui setiap hari untuk mencapai SD 021 dan SD 024.

Fasilitas penyeberangan tersebut merupakan inisiatif swadaya masyarakat. Warga membangunnya sekitar dua hingga tiga tahun lalu lantaran belum tersedianya jembatan permanen di lokasi tersebut. Meski kondisinya sederhana, kereta katrol itu menjadi penghubung vital antara rumah dan sekolah.

Selain dimanfaatkan pelajar, sarana itu juga digunakan warga untuk menuju kebun maupun mengangkut hasil panen. Namun, penggunaannya tetap memunculkan kekhawatiran terkait faktor keselamatan.

Kepala Desa (Kades) Santan Ulu, Heri Budianto, mengatakan kebutuhan pembangunan jembatan permanen sudah lama diusulkan. Hingga kini, realisasi pembangunan belum terlihat.

“Sudah kami sampaikan dan usulkan, tapi belum ada kejelasan realisasinya,” ujar Heri belum lama ini.

Menurut Heri, terdapat dua titik infrastruktur prioritas di wilayahnya. Pertama, jembatan rusak di RT 16 yang menjadi akses kendaraan menuju tempat ibadah. Kedua, jembatan penyeberangan di RT 009 Dusun Damai yang menjadi jalur utama anak-anak berangkat sekolah.

Saat ini, terdapat lima unit kereta gantung katrol di beberapa titik penyeberangan sungai di Desa Santan Ulu. Seluruhnya dioperasikan secara sukarela oleh warga dengan pembiayaan bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Heri menyebut, persoalan tersebut sebelumnya telah ditinjau oleh mantan Bupati Kukar, Edi Damansyah. Bahkan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar sempat melakukan pendataan kebutuhan pembangunan.

Ia juga menyinggung program pembangunan jembatan untuk anak sekolah yang pernah menjadi agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Namun hingga kini, pembangunan jembatan permanen di wilayah tersebut belum terealisasi.

Pemerintah desa berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat segera memberikan perhatian serius. Pasalnya, akses penyeberangan ini menyangkut keselamatan anak-anak yang setiap hari harus melintasi sungai demi mendapatkan pendidikan.

“Harapannya bisa segera direalisasikan,” tegas Heri. (Rob/Pii)