Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Hukum & Peristiwa

AMPL-KT Ungkap Manipulasi Pengelolaan Belanja Kegiatan Dispora Balikpapan

414
×

AMPL-KT Ungkap Manipulasi Pengelolaan Belanja Kegiatan Dispora Balikpapan

Sebarkan artikel ini

Situasi demo yang di lakukan AMPL-KT, beberapa waktu lalu.(Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kalimantan Timur (AMPL-KT) mengungkap, perilaku dugaan korupsi pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Balikpapan. Dalam hal ini, manipulasi pengelolaan anggaran, penyelenggaraan belanja kegiatan dalam APBD Tahun Anggaran 2022. 

Hal tersebut diungkapkan Ketua AMPL-KT, Agus Setiawan dikonfirmasi media ini. Dia menyoroti terkait tiga pagu anggaran yang di anggarkan oleh DPOP Kota Balikpapan 2022.

Kata dia, pertama anggaran penyelenggaraan kejuaraan oahraga multi event dan single event senilai Rp3.09 miliar.

Kedua, anggaran partisipasi dan keikutsertaan dalam penyelenggaraan kejuaraan senilai Rp9.99 miliar. Dalam APBD murni 2022 dan berubah menjadi Rp16.5 miliar. Serta, APBD-Perubahan 2022.  Ketiga, anggaran hari olahraga nasional.

“Kami dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi sekaligus melaporkan secara resmi terkait temuan yang kami dapatkan sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Agus Setiawan, Rabu (8/02/2023).

Tak hanya itu, hasil dari analisis yang mereka dapatkan berdasarkan data di lapangan menunjukan tidak sesuai dengan harapan. Seperti, akomodasi, konsumsi, Transportasi serta pengadaan pakaian seragam devile. 

Menariknya, anggaran untuk pengadaan pakaian seragam devile pada Porprov VII Kaltim. Untuk, kontingen Balikpapan jumlahnya terindikasi melebihi jumlah dari peserta Porprov yang sebenarnya. 

Termasuk sepatu dengan menggunakan merk tertentu. Namun, kualitas di duga sangat buruk dan dipastikan adalah tersebut juga di duga merk palsu. Pengadaan Pakian Devile dengan pagu anggaran Rp1,25 M. Nilai ini berdasarkan perhitungan jumlah Kontingen, sebanyak di atas 1000 Orang.

“Namun, apabila kita menghitung formulasi riil berdasarkan harga pasaran (standar harga vendor penyedia untuk pakaian devile multi event yang ada di Bandung) dikali jumlah Kontingen Kota Balikpapan hanya sebanyak 603 orang,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pencoretan jumlah oleh DPOP Kota Balikpapan sebagaimana, Topi Rp 40.000, Tracsuit (Jaket+Celana) Rp. 300.000, Jersey Rp.100.000, Sepatu KW Rp. 150.000, Kaos Kaki Rp. 30.000, Tas Rangsel Rp. 150.000. Kemudian Rp. 770.000 x 603 Orang berjumlah Rp. 464.310.000,

“Kita melihat sesuai fakta di lapangan pada pengadaan seragam Devile Dalam data Website LPSE Balikpapan terdapat pengadaan Seragam Devile (E-Puchasing) pada tanggal 21 November 2022 senilai Rp. 1.24 Miliar dengan Kode RUP 37218656 terdapat selisih nilai : Rp. 782.8 Juta,” sebutnya.

“Artinya ada kelebihan anggaran. Itu pun baru pengadaan seragam devile, belum lagi masalah yang lain seperti Akomodasi, Konsumsi dan Transportasi ada indikasi dugaan penyelewengan di sana,” tuturnya.

Ia menambahkan, pada pelaksanaan Puncak Pengingatan Hari Olahraga Nasional 2022. Pada 9 September 2022 lalu di Balikpapan. Dirangkai, kegiatan Festival Perahu Sandeq dari Provinsi Sulawesi Barat. 

Lanjut dia, kegiatan berjalan dengan biaya besar tentunya, maka salah satu cara yang dilakukan oleh panitia pelaksana adalah menggalang dana melalui pihak swasta.

“Faktanya ada anggaran tercantum pada APBD TA 2022 terkait kegiatan Haornas dengan sub Kegiatan Haornas Fest sebesar Rp. 174 juta dengan kategori kegiatan Pengadaan Langsung,

Setelah ditelusuri, tenyata anggaran penyelenggaran Haornas tahun 2022 di Balikpapan. Sumber anggarannya sebagian besar juga tertuang dalam batang tubuh anggaran APBD-Perubahan tahun 2022,” pungkasnya.(*/Wan)