Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

AMM Samarinda Tolak Pelaksanaan Musyda KNPI yang Dinilai Tidak Transparan

470
×

AMM Samarinda Tolak Pelaksanaan Musyda KNPI yang Dinilai Tidak Transparan

Sebarkan artikel ini
Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Samarinda. (Ist.)

Timeskaltim.com, Samarinda – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Samarinda secara tegas menolak pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Samarinda.

Penolakan ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Senin (02/12/2024), dengan alasan bahwa proses Musyda dianggap tergesa-gesa dan tidak melibatkan seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) di Samarinda.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Samarinda, Achmad Efendi, mengkritik keras pelaksanaan Musyda yang berlangsung di Hotel Five Premier. Ia menyebut, proses Musyda yang selesai dalam waktu kurang dari satu jam dan dilanjutkan pelantikan pada malam harinya sebagai sesuatu yang tidak etis.

“Proses ini tidak mencerminkan musyawarah yang benar-benar demokratis. Ada banyak hal yang harus dipertanyakan,” tegasnya, Senin (2/12/2024).

Sekretaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Samarinda, Aji, menyoroti kurangnya transparansi dalam tahapan Musyda, khususnya terkait pendaftaran calon ketua.

“Tidak ada sosialisasi yang jelas mengenai pendaftaran, dan banyak OKP tidak dilibatkan dalam Musyda ini. Ini menunjukkan kurangnya inklusivitas,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ira, menyebut pelaksanaan Musyda terkesan hanya formalitas belaka.

“Kami tidak menerima undangan dan tidak dilibatkan sama sekali. Ini bertentangan dengan semangat penyatuan pemuda,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Samarinda, Arianur, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh sikap AMM.

“Kami menolak pelaksanaan Musyda ini karena tidak mencerminkan upaya penyatuan seluruh elemen pemuda di Samarinda,” ungkapnya.

AMM Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota Samarinda untuk mengambil langkah serius dalam menciptakan forum pemuda yang lebih inklusif dan transparan.

Mereka berharap agar permasalahan ini dapat menjadi perhatian bersama, demi terwujudnya persatuan pemuda yang lebih baik.

“Pemerintah Kota Samarinda perlu memastikan bahwa forum pemuda di kota ini berjalan sesuai prinsip demokrasi dan semangat kebersamaan,” tutup mereka.

Dengan pernyataan ini, AMM berharap pelaksanaan Musyda KNPI Samarinda dapat dievaluasi agar mencerminkan nilai-nilai keadilan dan keterbukaan. (Bey)