Timeskaltim.com, Kukar – Aliansi Suara dari Mahakam, yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Kutai Kartanegara (Kukar), menggelar aksi solidaritas di Taman Titik Nol, Tenggarong, pada Sabtu (26/07/2025) sore.
Aksi ini mengusung tema “Tolak Represifitas Aparat, Semua Sama di Mata Hukum”. Tema tersebut diangkat sebagai bentuk refleksi atas berbagai kejadian represifitas oleh oknum aparat yang terjadi, baik di Kukar maupun di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Melalui aksi ini, Aliansi Suara dari Mahakam ingin menyuarakan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu.
Aksi solidaritas diikuti oleh sekitar 20 orang dari kedua organisasi mahasiswa tersebut. Mereka menyoroti maraknya tindakan represif yang tidak hanya melanggar hak-hak masyarakat, tetapi juga mencederai prinsip demokrasi.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi dari GMNI, Inayah Ayu Putriana, mengatakan aksi ini bukan hanya sebagai bentuk protes, tetapi juga sebagai upaya mencerdaskan masyarakat agar memahami dampak buruk dari represifitas aparat.
“Aksi solidaritas ini adalah refleksi bahwa dari tahun ke tahun tindakan represif aparat terus terjadi. Ini sangat merugikan masyarakat, dan kami ingin masyarakat paham bahwa sikap seperti ini harus dilawan dengan kesadaran hukum,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Cabang PMII Kukar, Syaiful Salim, mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat. Ia menegaskan bahwa aksi ini digelar sebagai pengingat bahwa tidak ada satu pun yang kebal hukum, termasuk aparat penegak hukum.
“Kami mengecam keras tindakan represif oleh oknum aparat. Aksi ini adalah bentuk pengingat bahwa represifitas adalah pelanggaran hukum. Hukum harus ditegakkan adil tanpa pilih kasih,” tegasnya.
Aliansi Suara dari Mahakam berharap aksi solidaritas ini dapat menjadi wadah untuk menyuarakan aspirasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat di Kukar agar tidak mudah terprovokasi oleh tindakan-tindakan yang merugikan.
“Kami ingin masyarakat lebih peduli dan kritis terhadap kondisi di sekitarnya,” pungkasnya. (Rob/Bey)










