Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Air PDAM di Tenggarong Keruh dan Berbau, Tirta Mahakam Pastikan Tetap Aman

15
×

Air PDAM di Tenggarong Keruh dan Berbau, Tirta Mahakam Pastikan Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
Perumda Air Minum Tirta Mahakam, Tenggarong. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan kualitas air bersih yang disalurkan Perumda Air Minum Tirta Mahakam. Dalam beberapa hari terakhir, air PDAM dilaporkan berubah warna menjadi kuning kecoklatan dan disertai bau tidak sedap.

Keluhan tersebut dirasakan masyarakat sejak sekitar tiga hari terakhir. Air yang sebelumnya jernih kini tampak keruh, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga untuk menggunakannya dalam kebutuhan sehari-hari, terutama memasak dan mandi.

Sebagian warga menduga kondisi ini berkaitan dengan fenomena air bangar di Sungai Mahakam. Sungai tersebut merupakan salah satu sumber utama air baku PDAM Tirta Mahakam dan diketahui kerap mengalami perubahan kualitas akibat faktor alam.

Menanggapi hal itu, Humas Perumda Air Minum Tirta Mahakam Tenggarong, Hendry Susanto, menyatakan pihaknya telah melakukan sejumlah penyesuaian dalam proses pengolahan air untuk menjaga kualitas distribusi ke pelanggan.

“Kami melakukan penyesuaian proses pengolahan dan meningkatkan pengawasan kualitas air. Komitmen kami adalah memastikan air yang didistribusikan tetap layak dan aman digunakan masyarakat,” ujar Hendry saat dihubungi melalui saluran selulernya, pada Jumat (30/01/2026).

Ia menegaskan, meskipun terjadi perubahan warna, air yang disalurkan tetap melalui tahapan pengolahan sesuai standar kualitas air minum. Pengawasan rutin juga terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Perubahan warna tidak serta-merta menunjukkan air berbahaya. Seluruh air tetap diolah dan dipantau kualitasnya sesuai standar,” jelasnya.

Selain itu, Perumda Tirta Mahakam juga rutin melakukan wash out atau pembersihan pipa dan filter setiap hari untuk menjaga kebersihan jaringan distribusi.

“Pembersihan pipa dan filter kami lakukan setiap hari agar aliran air ke pelanggan tetap terjaga,” katanya.

Hendry menambahkan, fenomena air bangar di Sungai Mahakam menjadi faktor utama terjadinya perubahan warna air saat ini. Namun ia memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi keamanan air untuk digunakan.

“Air tetap aman digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Rob/Bey)