AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Ahmat Sopian Sebut Samarinda Perlu Pembangunan Kesehatan yang Inklusif dan Berkelanjutan

106
×

Ahmat Sopian Sebut Samarinda Perlu Pembangunan Kesehatan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kota Samarinda, Ahmat Sopian Noor. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan menjadi sorotan utama dalam upaya menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Hal ini menjadi fokus bagi pemerintah dan berbagai pihak terkait di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Ahmat Sopian Noor menyebut jika pembangunan kesehatan yang inklusif mengacu pada upaya memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk yang rentan dan marginal, dapat mengakses layanan kesehatan secara adil dan merata.

“Hal ini melibatkan penyediaan akses yang mudah, biaya terjangkau, dan pelayanan yang ramah terhadap keberagaman budaya dan kebutuhan individu,” kata Sopian, Sabtu (11/5/2024).

Selain itu, pembangunan kesehatan yang berkelanjutan bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya kesehatan yang ada dapat dipertahankan dan dikelola dengan baik untuk generasi mendatang.

“Ini mencakup upaya dalam pencegahan penyakit, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan primer, dan investasi dalam infrastruktur kesehatan yang berkualitas,” lanjutnya.

Menurutnya, saat ini pemerintah telah mengambil langkah penting dalam mendukung pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Program-program seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk memberikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh penduduk, sementara investasi dalam infrastruktur kesehatan terus ditingkatkan.

Namun, masih banyak tantangan yang perlu diatasi dalam mencapai pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini termasuk meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan kesehatan di daerah terpencil, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dan mengatasi disparitas kesehatan antar wilayah dan kelompok masyarakat.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat sipil, diharapkan pembangunan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan dapat terwujud.

“Ini bukan hanya menjadi investasi dalam kesejahteraan masyarakat saat ini, tetapi juga untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutupnya. (Bey)

error: Content is protected !!