Timeskaltim.com, Samarinda – Maski riuh dikerumunin aksi massa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), para pedagang tetap tenang menyajikan berbagai aneka makanan dan minuman khas dari jualan mereka.
Berdasarkan pantauan Timeskaltim.com dilapangan, para pedagang telihat memenuhi sepanjangan sisi kanan dan kiri Jalan Teuku Umar, Loa Bakung, Kota Samarinda.
Khoiri (30), salah satu pedagang jagung dan kacang rebus itu mengungkapkan bahwa sejak pukul 13.30 tadi sudah berjualan disekitar kantor DPRD Kaltim.
“Iya alhamdulillah laku sejak siang tadi,” ujarnya, saat berbincang santai bersama Timeskaltim.com, Senin (1/9/2025).
Meski begitu ia mengaku waswas saat berdangan, karena takut terjadi kericuhan.
Namun ia tetap memilih untuk berjualan, demi mencukupi kebutuhan keluarga yang menunggu dirumah.
“Bismillah saja mas, insyallah aman dan jangan sampai ricuh aja,” tandasnya.

Senada yang disampaikan oleh Bambang (36), seorang pedangan pentol kuah dan es lilin.
Sejauh ini, ia telah menyiapkan aneka pentolan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya.
“Banyak mas saya bawa hari ini, biasanya jualan dekat Masjid Islamic Center aja mas, tapi pindah sini karena ramai,” tandasnya.
Bambang juga berpesan, agar aksi yang digelar oleh teman-teman mahasiswa tidak ricuh seperti di daerah-daerah lain.
“Ya mudahan gak ada bakar-bakaran, Kaltim harus beri contoh kalau aksinya harus santun dan tidak anarkis,” ungkapnya.
Diakhir ia juga berharap bahwa apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan masyarakat bisa secepatnya didengar oleh pemerintah dan DPRD.
“Kasihan kalau harus terus-terusan ribut. Iyaa mudahan, DPRD dan pemerintah mau dengar aspirasi masyarakat kecil seperti kita ini,” pungkasnya. (Has/Bey)












