ABK bernama Rizki ditemukan mengambang di perairan Muara Pegah, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kukar.(Dok:BPBD Kukar)
Timeskaltim.com, Kukar – Pelaku penikaman kasus juragan kapal kelotok yang dilakukan oleh Anak Buah Kapal (ABK) di perairan Muara Pegah, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah ditemukan tak bernyawa. Jenazah jenis kelamin laki-laki bernama Rizki tersebut ditemukan mengapung di perairan Muara Pegah oleh tim SAR gabungan pada Rabu (18/1/2023) siang. Diduga, Rizki sebagai pelaku penikaman melarikan diri usai membacok salah satu juragan kapal di Kecamatan Muara Jawa.
Tergabung dalam Basarnas, Polaruid Polda Kaltim, Polsek Muara Jawa TNI AL, BPBD Kukar dan warga setempat telah melakukan pencarian sejak Selasa (17/1/203) kemarin.
Dikonfimasi awak media, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Wilayah Kalimantan Timur Melkianus Kotta mengatakan korban ditemukan sejauh 2,9 KM dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP).
Tepatnya pada arah hilir pada posisi 0°53’39″S – 117° 19’30″E pukul 13.00 WITA.
“Selanjutnya korban (Rizki) dievakuasi ke RS AW Syahranie Samarinda untuk keperluan autopsi,” ucap Melkianus, Kamis (19/1/2023) siang.
Setelah diserahkan ke rumah sakit untuk autopsi. Atas hal ini, tim SAR gabungan menyatakan pencarian telah selesai.
“Kepada SAR yang terlibat saya dan pimpinan mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja samanya,” tutup Melkianus.
Diketahui, Riski, sebelumnya sempat dilaporkan hilang di perairan Muara Pegah Kecamatan Muara Jawa, Kukar sejak Senin (1/1/2023) malam lalu. Atas laporan itu, regu pencari yang terdiri dari tim gabungan terdiri dari berbagai unsur termasuk dari BPBD, yang dipimpin Badan SAR Nasional langsung melakukan pencarian pada Selasa (17/1/2023) kemarin.
Usai tercebur, ABK lainnya pun berusaha menolong keduanya namun saat itu pelaku malah berenang menjauh dari kapal. Sehingga yang berhasil dinaikkan hanya juragan kapal yang kemudian langsung dibawa untuk bisa mendapatkan pertolongan akibat luka tebasan parang yang digunakan pelaku.
Tetapi juragan kapal tersebut juga tidak bisa tertolong dan akhirnya meninggal dunia setelah sampai di sebuah klinik di Kecamatan Muara Jawa pada Senin (16/1/2023) malam lalu. (*/Wan)










