Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Munculnya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tentu dilatar belakangi oleh beberapa masalah. Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A Kaltim) Noryani Sorayalita menyebut, ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi kasus kekerasan.
“Faktornya banyak. Mulai ekonomi, sosial, termasuk kurangnya pendidikan agama dan sebagainya. Itu kan salah satu penyebab kekerasan seksual juga, bagaimana mereka bergaul,” jelas Noryani.
Sehingga, Noryani berharap agar para remaja dan anak bisa bergaul secara sehat di mana pun lingkungan mereka. Terkadang, ujar Noryani, berdasarkan survei dari 16 kejadian itu, hanya 1 yang dari luar. Sedangkan 15 kejadian lainnya justru berasal dari dalam. Maksudnya, dilakukan oleh kerabat atau keluarga terdekat.
“Kalau di kasus kekerasan seksual, orang terdekat itu ya seperti orangtua, saudara, paman, kakek, pacar, suami yang sudah berkeluarga. Kalau dari luar justru sedikit. Ini jadi catatan kami,” lanjutnya.
Dari situ, dapat disimpulkan bahwa saling menjaga satu sama lain di dalam lingkungan keluarga juga sama pentingnya. Selain bergaul di lingkungan yang sehat, DKP3A Kaltim juga berharap tiap keluarga juga bisa diberikan pemahaman.
“Peran ibu dan ayah itu sangat penting ya untuk memberikan pendidikan dan pemahaman terhadap anaknya. Terkait bagaimana harus bersikap, saling menghormati. Yang tua mengayomi, muda menghormati,” beber Noryani.
Di satu sisi, DKP3A Kaltim juga paham bahwa membatasi seseorang, khususnya anak zaman sekarang agak sulit. Tak bisa asal dilarang. Harus disertai alasan yang masuk akal. Penyampaian yang tepat untuk itu juga harus dipertimbangkan.
“Bagaimana kami mensimulasikan pergaulan yang sehat dan baik itu seperti apa dan bagaimana memilih teman,” tandasnya. (Gan/Adv/DKP3A Kaltim)












