Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
FeatureLifestyleNewsSamarinda

Sosok Haji Sasa, Dermawan yang Gelontorkan Milyaran Rupiah Untuk Bantu Masyarakat

776
×

Sosok Haji Sasa, Dermawan yang Gelontorkan Milyaran Rupiah Untuk Bantu Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Haji Sasa bersama anaknya, memborong seluruh jualan pedagang yang ada di sekitar Jalan Merdeka-Biawan-Arif Rahman Hakiem- Ahmad Dahlan

TimesKaltim.com, Samarinda- Belakangan ini masyarakat Kota Tepian dihebohkan dengan sosok Haji Suriansyah atau yang akrab disapa Haji Sasa, hal ini bukan tanpa sebab, sosoknya dikenal sebagai dermawan yang kerap melakukan kegiatan sosial untuk masyarakat.

Terkini ia memborong seluruh jualan pedagang di sepanjang Jalan Merdeka – Biawan- Arief Rahman Hakim – Ahmad Dahlan, untuk dibagikan secara cuma-cuma bagi warga Samarinda yang kebetulan melintas. Hal ini disampaikan Haji Sasa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini terdampak Pandemi.

“Ketika itu saya naik sepeda dengan anak saya, kemudian singgah makan bakso namun terlihat pengunjung sepi, akhirnya saya bantu dengan memborong semua jualannya dan pedagang disekelilingnya,” terang Haji Sasa saat ditemui, Sabtu(7/8/2021).

Sosok Haji Sasa mulai menjadi pembicaraan publik sejak Bulan Ramadhan lalu, ketika itu ia kerap melakukan hal serupa yakni memborong jualan masyarakat. Untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu dalam rangka berbuka puasa.

Diungkapnya, sebenarnya kegiatan berbaginya ini sudah ia lakukan sejak Tahun 2013 silam, namun ketika itu ia masih sungkan dan takut dikatakan riya dan sombong. Akhirnya suatu ketika seorang Guru Spiritualnya menegur untuk berani mempublikasikan kegiatan sosialnya dalam rangka mengajak orang lain untuk melalukan kebaikan.

“Saya baru berani dipublikasi sejak beberapa bulan terakhir saja, karena sebelumnya saya takut dikatakan riya, namun ada habib yang menegur saya untuk kemudian berani mempublikasikan kegiatan ini,” ungkap Anak kedua dari empat bersaudara ini.

Tak cukup disitu, untuk memperluas kegiatan sosialnya Haji Sasa mendirikan sebuah Yayasan Sosial bernama Mansyur Tuah, nama ini berasal dari Nama Ayahnya Mansyur dan Ibunya Tu’ah. Melalui Yayasan ini, Haji Sasa mendirikan Rumah Lansia bagi para Lansia terlantar dan sebatang kara yang berada di Jalan Damanhuri Kelurahan Sungai Pinang Dalam.

Rumah mewah bertingkat dua yang ia jadikan sebagai Rumah Lansia ini, dahulunya merupakan rumah yang ia berikan untuk ibunya, namun semenjak ibunya meninggal beberapa tahun lalu, Haji Sasa membulatkan tekadnya untuk menjadikan rumah tersebut sebagai Rumah Lansia.

Selain itu, Yayasan Mansyur Tuah ini juga memiliki program bedah rumah yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu yang tidak memliki rumah layak huni. Sehingga Haji Sasa melalui Yayasan mencoba untuk merenovasi rumah tersebut menjadi layak huni. 

“Yayasan Mansyur Tuah ini berasal dari nama kedua orang tua saya, Ayah saya Mansyur dan ibu saya Tuah, semua yang saya lakukan saya niatkan untuk kedua orang tua yang sudah meninggal,” terang pria paruh baya berusia 47 Tahun ini.

Meski saat ini dirinya terlihat mampu dan memiliki kelebihan untuk menolong orang lain, namun siapa sangka sosok Haji Sasa ini berasal dari keluarga yang tidak berpunya. Ayahnya seorang buruh harian lepas dan ibunya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).

Bahkan dirinya terpaksa putus sekolah di bangku SMP, karena orang tuanya tidak mampu membiayai dirinya untuk lanjut bersekolah di tingkat Menengah Atas.

Keras dan sulitnya hidup merupakan makan sehari-harinya, bahkan pada medio 2008 dirinya sempat berpikir untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Namun hal itu ia urungkan ketika memikirkan keluarganya.

“Sempat berpikir bunuh diri ketika itu di tahun 2008, akibat terlilit hutang hingga ratusan juta dan tidak ada yang mau menolong saya,” ungkapnya lirih.

Tak lama setelah itu, hidayah pun datang menghampiri Haji Sasa. Dirinya yang ketika itu hidup menggelandang di sekitar kawasan Citra Niaga tak sengaja bertemu seseorang di pelabuhan Samarinda. Ia ketika itu disuruh untuk pulang dan membasuh kaki kedua orang tuanya serta memperbaiki ibadahnya.

Mendapat nasihat dari orang yang tak dikenal itu, ia langsung bergegas pulang menuju kediaman orang tuanya untuk melakukan hal yang disampaikan kepadanya tersebut.

“Saya langsung pulang ke rumah dan basuh kedua kaki orang tua saya, lalu saya minta ampun dan coba perbaiki ibadah saya,” terangnya.

Akhirnya kabar baik pun menghampiri Haji Sasa, diakhir Tahun 2009 dirinya mulai merintis jual-beli tanah dan terus berkembang. Dari hasilnya bisnis ini dirinya pun meraup keuntungan hingga 10 Milyar ketika itu. 

Inilah yang menjadi titik balik kehidupan Haji Sasa, saat ini dirinya meniatkan dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Maka dari itu ia tidak pernah keberatan untuk menghabiskan uangnya untuk berbagi kepada sesama.

Berbagai kegiatan sosialnya ini pun ia niatkan untuk kedua orang tuanya yang sudah meninggal, Ia berharap kedua orang tuanya dapat hidup bahagia di Akhirat melalui apa yang ia perbuat di dunia ini.

“Tujuan saya berbagi itu cuma satu, untuk membahagiakan kedua orang tua saya yang sudah meninggal, mereka hidupnya sudah susah di dunia maka dari itu saya ingin bahagiakan mereka di akhirat,” tutup Haji Sasa dengan nada lembutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *