Kantor DPK Kaltim. (ISTIMEWA)
Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim di bawah kepemimpinan Muhammad Syafranuddin, terus mencoba untuk melakukan peningkatan sarana-prasarana. Salah satunya pengalihan sumber listrik.
DPK Kaltim mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk penggunakan listrik bertenaga surya di kedua gedung yang dimiliki. Yaitu Gedung Perpustakaan Daerah Kaltim di Jalan Ir Juanda dan Gedung Kearsipan Daerah Kaltim di Jalan Bung Tomo.
“Saya usulkan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD Perubahan tahun 2022 ini Rp 2 miliar. Jadi hitungannya itu, Rp 1 miliar di Gedung Kearsipan Samarinda Seberang dan Rp 1 miliar untuk di gedung ini. Karena kamu memang belum mengetahui berapa pastinya anggaran yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Pria yang akrab dipanggil Ivan ini menyatakan, pihaknya memang belum menerima surat penawaran dari pihak PT Listrik Kaltimantan. Sehingga ia belum bisa memastikan besaran angka ril yang dibutuhkan.
Tetapi, pihaknya telah bersurat ke Dinas ESDM Kaltim untuk meminta advis. Suratnya pun telah ditanggapi. Jawaban dari surat tersebut menjadi kabar bahagia bagi DPK Kaltim.
“Alhamdulillah surat kami ditanggapi ESDM, mereka memberikan semacam dukungan untuk PLTS ini,”lanjut Ivan.
Sebenarnya, alasan pihaknya ingin mengganti penggunaan listrik ke PLTS karena akan lebih murah dan efisien. Lantaran, kebutuhan listrik di DPK Kaltim sangatlah besar.
“Saya rasa ini akan lebih murah dan efisien serta praktis. Karena dia modalnya tidak besar, kan hanya perangkat saja. Nantinya ke depan kita akan lihat seperti apa, “tutupnya.(adv/FD/DPK Kaltim63)












