Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDKP3A Provinsi Kalimantan Timur

DP2PA Samarinda Gencar Lakukan Sosialisasi Edukasi Seks Kepada Siswa SMP

437
×

DP2PA Samarinda Gencar Lakukan Sosialisasi Edukasi Seks Kepada Siswa SMP

Sebarkan artikel ini

SMP menjadi sasaran DP2PA Samarinda untuk memberikan edukasi soal seks. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda gencar melakukan sosialisasi terkait pencegahan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Spesifik lagi di perlindungan terhadap anak, DP2PA Samarinda sudah beberapa kali menyambangi sejumlah sekolah untuk memberikan sosialisasi. Sosialisasi ini kebanyakan menyasar siswa SMP. 

Pejabat Fungsional Koordinator Penanganan Kasus Anak DP2PA Samarinda, Sahidin Ahmad mengungkapkan dari PKK Samarinda juga ada membuat program PKK Goes to School. Kegiatan tersebut dilaksanakan tiap Jumat. 

Secara umum, sosialisasi kepada siswa SMP itu lebih untuk menegaskan agar para siswa tak malu untuk mempelajari atau membicarakan soal seks dan organ reproduksi. Sebab selama ini hal-hal demikian masih dianggap tabu di tengah masyarakat. Sahidin menegaskan, jangan sampai anak-anak itu justru mendapat informasi dari tempat yang salah dan tidak kredibel. 

“Itu bahaya sekali kalau sampai salah tempat ketika mencari informasinya. Pola asuh dari orangtua juga tak kalah penting. Makanya kami mengimbau orangtua juga memberi perhatian dan bisa menjelaskannya pada anak,” jelas Sahidin. 

Hal itu dia ketahui secara langsung. Saat menggelar sosialisasi di suatu sekolah, dia bertanya pada siswa di sana dari mana mendapatkan informasi soal seks dan reproduksi. Kebanyakan siswa menjawab bukan tahu dari orangtua. Namun melihat dari media dan internet. 

“Anak-anak itu kan suka meniru. Dampak dan akibatnya nanti itu harus dilihat. Orangtua juga tabu untuk menjelaskan. Padahal siswa SMP itu kan masih masa transisi dari anak ke remaja,” tambahnya lagi. 

Secara ilmiah juga ada dijelaskan bahwa siswa SMP justru memiliki hasrat seksual yang tinggi karena ada keinginan untuk mencoba. Sehingga, edukasi terkait seks  yang tepat sangatlah krusial. Sahidin pun menyampaikan para siswa sangat antusias ketika mengikuti sosialisasi. 

“Para siswa itu memahami. Kalau sosialisasi, banyak juga yang memberi pertanyaan. Mereka bercerita di situ. Jadinya komunikatif,” tandasnya. (Gan/Adv/DKP3A Kaltim)