Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kaltim

Luncurkan Aplikasi Digital, Upaya DKP Paser untuk Atasi Keterbatasan Ruang Menampung Buku

463
×

Luncurkan Aplikasi Digital, Upaya DKP Paser untuk Atasi Keterbatasan Ruang Menampung Buku

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi perpustakaan digital yang lebih memudahkan. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kabupaten Paser berhasil meluncurkan aplikasi perpustakaan digital. Dalam perpustakaan digital tersebut, tercatat ada 669 buku elektronik dari berbagai macam kategori. Mulai untuk umum, pelajar, samlai kategori buku untuk anak berkebutuhan khusus. Hal itu disampaikan oleh Kabid Akuisisi dan Layanan Pustaka DKP Paser, Ningsih.

“Bagi pelajar, mahasiswa, masyarakat umum yang mau baca buku perpustakaan, sekarang kita sudah ada perpustakaan digital,” ucap Ningsih.

Dia menjelaskan, perpustajaan bisa diakses melalui situs https://kubuku.id/download/ipasermas. Selanjutnya akan ada arahan untuk mengunduh aplikasi bernama Ipasermas. Lalu, pengunjung akan diminta mengisi data untuk mendaftar menjadi anggota perpustakaan digital.

Disebutkan Ningsih, ratusan buku elektronik yang tersedia ada kategori buku SMA, studi pengajaran, seni, pendidikan, umum, agama, filsafat, anak berkebutuhan khusus, teknik dan arsitektur, bahasa dan sastra, hingga sosial.

Kemudian, ada pula buku kategori anak, manajemen, hukum, pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, ilmu terapan, matematika dan sains, ekonomi, pariwisata, tata boga, tata busana, kehutanan, psikologi, statistik, dan kesehatan.

“Terobosan ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengakses buku tanpa harus datang ke perpustakaan,” lanjut dia.

Aplikasi tersebut baru saja diluncurkan dan memang sudah disosialisasikan ke pengajar serta pengunjung perpustakaan. Ningsih menambahkan, buku elektronik juga bisa menjadi solusi atas permasalahan keterbatasan ruangan untuk menampung jumlah buku yang banyak. Kemudian, buku fisik juga rentan rusak atau sobek.

Dalam hal ini, Ningsih mengajak masyarakat Paser untuk mengunduh aplikasi itu. Pun dengan demikian, dia berharap akan ada peningkatan minat baca dan literasi dari masyarakat.

“Kalau mau usul ada buku baru bisa juga disampaikan di aplikasi, nanti akan menjadi masukan kami untuk pengadaan buku elektronik baru,” tandasnya. (Gan/Adv/DPK Kaltim54)