
Pasien yang terpapar COVID-19 tengah di rawat di RSI Samarinda. (Dok)
Timeskaltim.com, Samarinda – Di tengah kekurangannya Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda, dalam menangani lonjakan COVID-19. Pihaknya dituntut harus dapat memenuhi tanggung jawab sebagai instansi kesehatan. Meskipun, hanya mengoperasikan pelayanan rawat jalan disebabkan keterbatasan fasilitas tempat dan Tenaga Kesehatan (Nakes).
Saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Direktur RSI Samarinda, dr Didik Santoso mengatakan, pihaknya juga melakukan penanganan pasien COVID-19, mulai dari pasien kondisi ringan hingga sedang. Namun, adanya lonjakan jumlah pasien membuat RSI pun kewalahan.
“Jumlah kunjungan IGD memang naik secara signifikan menjadi 2 kali lipat dari bulan Juni sebelumnya, rata-rata pasien yang datang meningkat dengan keluhan khas gejala COVID-19,” ucapnya saat dikonfirmasi saat di wawancarai awak media, Sabtu (31/7/2021) siang.

RSI Samarinda di Jalan Gurami Sungai Dama, Samarinda Ilir. (Ist).
Mengenai banyaknya dorongan dari berbagai pihak untuk mengembalikan fungsi RSI Samarinda untuk dapat melakukan layanan rawat inap di tengah gelombang kedua COVID-19, dr Didik Santoso menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat. Karena pihaknya masih belum dapat melakukan layanan rawat inap dan layanan ICU.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat, karena belum bisa berperan lebih besar dalam pandemi, seperti pelayanan rawat inap dan ICU. Karena belum terlaksananya perbaikan instalasi listrik di ruangan rawat inap kami,” terangnya.
Masih kata dr Didik Santoso, pada tanggal 11 Juli 2021 lalu, pihaknya mendapat kunjungan mendadak dari Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, dalam rangka melihat dari dekat fasilitas yang ada di RSI Samarinda untuk penanganan COVID-19 di Samarinda.
Namun demikian kata dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima kabar dari hasil kunjungan tersebut.
“Kami masih perlu menunggu RUPS dan pengesahan anggaran PT MMP, agar bantuan dana Pemprov melalui CSR PT MMP dapat terealisasi, untuk perbaikan instalasi listrik dan genset,” pungkasnya. (Wan)












