Kepala DPK Kaltim, Syafranuddin. (Medina/Timeskaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim terus mengembangkan dan memaksimalkan eksistensi perpustakaan digital. Sejauh ini, masyarakat bisa menikmati perpustakaan digital melalui situs web yang sudah tersedia.
Kendati begitu, ada sebagian masyarakat yang khawatir jika anak-anak akan lebih sering terkontaminasi dengan ponsel pintar ketika harus mengakses perpustakaan digital. Kepala DPK Kaltim, Syafranuddin atau Ivan menjelaskan, meski konsepnya digital dan menggunakan ponsel, namun fungsinya untuk membaca sesuatu. Ke depan, DPK Kaltim dan tim IT akan berpikir untuk sistem.
“Nanti akan diformulasikan sistemnya seperti apa supaya terpantau dengan baik. Selama ini, medianya masih situs web,” ujar Ivan di program Pojok Literasi Balikpapan TV.
Banyak pula Ivan mendengar saran dari para orangtua di Kaltim. Salah satunya perihal harapan untuk lebih banyak diadakan kegiatan terkait literasi bagi anak-anak. Terutama digelar di luar ruangan.
“Kami mengarah begitu. Di semua kabupaten dan kota tersedia. Misalnya, ada area bermain untuk kebutuhan anak-anak TK,” lanjutnya.
Bahkan, perpustakaan saat ini juga mulai menjalankan literasi dalam bentuk lain selain membaca. Misal, ada cerita tentang Pesut Mahakam yang merupakan hewan khas asal Kaltim. Cerita tersebut dikemas lebih menarik ketika siswa TK berkunjung ke perpustakaan.
“Visualnya kami olah lebih baik dan disampaikan dengan cara mendongeng. Kami hampir tiap hari kedatangan anak TK-SD,” pungkasnya. (Gan/Adv/DPK Kaltim45)












