Perpustakaan Daerah Kota Samarinda. (Halid/timeskaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Syafranuddin, menanggapi terkait masih 6,7 persen perpustakaan di Kaltim yang terakreditasi dari sekitar 3000 perpustakaan.
Namun, pria yang akrab disapa Ivan ini mengungkapkan, sampai saat ini capaian perpustakaan di Kaltim terus mengalami peningkatan yang signifikan.
“Tahun 2019 misalnya. Jumlah perpustakaan yang terakreditasi di Kaltim baru mencapai 74 perpustakaan. Nah di Bontang itu perpustakaan yang terakreditasi justru sudah mencapai 41 perpustakaan,”ungkapnya.
Menurut Ivan, dalam pencapaian akreditasi perpustakaan tidak bisa dilakukan oleh DPK sendiri. Karena banyaknya keterbatasan yang menjadi kendala. Sehingga diperlukan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak.
Pihaknya akan memfokuskan tiga hal dalam optimalisasi pelaksanaan akreditasi perpustakaan di Kaltim.
“Pertama, memaksimalkan pelaksanaan sosialisasi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan akreditasi perpustakaan. Kedua, kami akan memaksimalkan asistensi dan pendampingan pada perpustakaan yang akan mengimplementasikan SNP menuju akreditasi. Ketiga, berkoordinasi dan bekerjasama dengan instansi dalam pelaksanaan program pembinaan serta pengembangan perpustakaan,”jelas Ivan.
Ia mengakui bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim memiliki tantangan besar untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penyelenggaraan perpustakaan yang ada di Kaltim. (adv/FD/DPK Kaltim42)












